Jumat, 22 Mei 2026
Warga Minta Tutup PT. Inti Palm Sumatera (PT. IPS) Karena Penyebab Banjir Di Lahan Masyarakat
Asahan (utamanews.com)
Oleh: Marshal Senin, 14 Des 2020 18:24
Marshal

Tutup PT. Inti Palm Sumatera (PT. IPS) karena menyengsarakan rakyat dan ganti segala kerugian yang dialami masyarakat, kami juga meminta agar Bupati Asahan dapat membuka benteng atau tanggul air yang didirikan oleh PT. IPS secara sepihak karena Desa Perbangunan dan Desa Pertahanan menjadi banjir. Segera buka saluran air yang ditutup secara sepihak oleh PT. IPS.

Demikian antara lain tuntutan masyarakat yang diteriakkan oleh Atong Sigalingging yang juga Ketua Pospera Asahan dalam aksinya di Kantor Bupati Asahan pada Senin (14/12/2020).

Warga Desa Perbangunan dan Pertahanan Kecamatan Sei Kepayang yang melakukan aksi juga menyatakan kesiapannya untuk mencangkul tanggul yang dibuat oleh perusahaan PT. IPS sehingga mengakibatkan tergenangnya rumah dan perladangan warga.

"Kalau Pemkab Asahan tidak mampu membongkar, biar kami yang membongkarnya dengan cangkul," teriak massa yang mendesak Pemkab Asahan untuk membongkar tanggul perusahaan PT. IPS.
Massa juga mengancam akan mengadakan aksi menginap di halaman kantor Bupati Asahan apabila Pemkab Asahan tidak juga membongkar benteng atau tanggul. "Kami akan menginap di kantor Bupati sampai benteng dibongkar," ungkap Atong dalam orasinya.

Bupati Asahan yang diwakili oleh Asisten II Sedakab Asahan, Bambang HS ketika menerima warga yang melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Asahan, menyatakan "Pemerintah Kabupaten Asahan siap membongkar benteng perusahaan PT. Inti Palm Sumatera yang diduga menyebabkan banjirnya rumah dan perladangan Warga Desa Perbangunan dan Pertahanan Kecamatan Sei Kepayang".

Lebih lanjut Bambang menyatakan kepada massa yang tergabung dalam Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) itu bahwa keseriusan Pemkab Asahan untuk membongkar itu dibuktikan dengan keberadaan alat berat yang sudah berada di lokasi benteng.

produk kecantikan untuk pria wanita
"Kalau perusahan tidak mau bongkar, Pemerintah Kabupaten Asahan akan membongkarnya. Beko sudah ada di lokasi dan saat ini kami mencari tambahan alat berat untuk membongkar benteng. Intinya permintaan warga akan terwujud," ucap Bambang.

Namun massa tidak percaya begitu saja dengan ucapan Bambang HS karena Pemkab Asahan dinilai sudah pernah ingkar janji dan terus mendesak Pemkab Asahan untuk segera membongkar benteng tanpa perlu menunggu alat berat lainnya.

Pantauan awak media hingga berita ini diterbitkan, massa aksi yang berjumlah ratusan orang masih bertahan di halaman kantor Bupati Asahan. Mereka belum bersedia membubarkan diri sebelum tuntutan mereka ditindaklanjuti oleh Pemkab Asahan.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later