Wacana Gubernur Sumut Menghapus Festival Danau Toba Dinilai Keliru
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Senin, 13 Jan 2020 13:43
@Jenny_gultom
Salahsatu sudut danau Toba
Jangan kita beranggapan sebuah kegiatan itu tidak berdampak ke masyarakat, sukses tidaknya kegiatan pasti akan ada dampaknya. Persoalannya sekarang, pemerintah Sumatera Utara harus cari metode dan konsep lain agar Festival Danau Toba 2020 Ini Bisa booming dan bermanfaat kepada masyarakat, khususnya Sumatera Utara.
Demikian disampaikan oleh Swangro Marbun, Aktivis GMKI, menanggapi sikap Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menghapus kegiatan Festival Danau Toba tahun ini.
Swangro, yang juga Tenaga Pengajar/Dosen PT Swasta di Sumut ini juga menyatakan bahwa soal kebersihan lingkungan Danau Toba juga harus tetap diperhatikan. "Kita tidak boleh sepele dengan hal itu. Semua pemangku kepentingan harus terlibat dan dilibatkan dalam suskesi festival Danau Toba ini, bahkan generasi-generasi milenial harus dilibatkan, baik terjun langsung dalam kegiatan ataupun dalam ide dan gagasan", ujarnya, Senin (13/1/20).
Swangro mengaku bahwa pernyataan ini dibuat tanpa ada kepentingan selain membangun bangsa ini lebih baik lagi.
"Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Ramayadi harus membuktikan bahwa kegiatan bermanfaat kepada masayarakat, jangan jadi lari kenyataan. Masa kegiatan seperti itu tidak bisa dilaksanakan. Namun anggarannya juga harus terukur dan transparan. Jangan pula ini jadi ajang kongkalikong", harap Ketum DPP Gerakan Parsadaan Toga Marbun Indonesia (GM-PTMI) ini.
Seperti diketahui, saat ini pemerintah pusat terus mempromosikan kawasan Danau Toba, bahkan tak segan mengucurkan anggaran dalam pembangunan ini.