Dalam video berdurasi 34 detik itu, terlihat rumah warga yang mempunyai toko kelontong dan rumah permanen berlantai keramik dengan tembok kokoh ditempel stiker keluarga miskin, yang seharusnya tidak berhak mendapatkan bansos.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih, membenarkan atas adanya rumah-rumah mewah di Indramayu yang ditempel sticker keluarga miskin penerima bansos, seperti yang ditampilkan dalam video tersebut.
"Dalam video itu benar kejadiannya di Indramayu, dan memang nyata. Itu hanya beberapa (rumah) yang viral, mungkin kenyataannya lebih dari itu," ujar dia, dilansir MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (30/12/2022).
Sri Wulaningsih mengungkapkan, upaya pelabelan stiker keluarga miskin penerima bansos ini menjadi cara dari pemerintah untuk memperbaiki kualitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos di Kabupaten Indramayu.
Di mana, lanjut Wulan, pelabelan stiker ini ditempelkan pada rumah-rumah KPM penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau (PBI).
"Saat ini, baru sekitar 30.000 rumah yang sudah dipasang stiker dari total 250.825 KPM," katanya.
Sri Wulaningsih meminta kepada mereka yang sudah masuk kategori sejahtera untuk bisa mengundurkan diri agar dapat diganti dengan masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan.
Pihaknya berharap, KPM yang sudah sejahtera bisa sadar dan merasa malu karena rumahnya ditempeli stiker keluarga miskin.
"Tapi nyatanya mereka (KMP yang sudah sejahtera) diam aja saat ditempeli stiker. Meskipun viral ternyata gak malu juga," tukas Sri Wulaningsih.