Sebanyak 70 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Demokrasi (AMARA PEDAS) melakukan unjuk rasa di depan Kantor KPU Sumut Jl. Perintis Kemerdekaan, Medan, Senin (2/7/2018).
Massa menuntut KPU untuk menjelaskan mengenai jumlah DPT yang berkurang drastis dari pemilihan sebelumnya dan melihat adanya kecurangan yang dilakukan oleh petugas KPU di lapangan pada pelaksanaan Pilkada kali ini.
Dalam aksinya, massa yang dipimpin oleh Carter Sitanggang menuntut KPU untuk menjawab tentang penyusutan DPT (Daftar Pemilih Tetap) pada Pilkada Sumut dari 10.295.013 orang pada tahun 2013 menjadi 9.052.529 pada tahun 2018.
"Mengapa hal ini bisa terjadi, yang mana mengalami penurunan hampir 1 juta suara. Secara logika ini tidak masuk akal, di mana-mana jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan", ujar Carter.
Selain itu, massa meminta petugas KPU di lapangan untuk ditindak karena tidak mendistribusikan formulir C6 kepada masyarakat keseluruhan dan tidak berlaku adil serta melayani.
"Kami meminta para petugas PPK atau PPS yang serta merta, dengan sengaja telah membunuh hak politik kami sebagai warga negara untuk ditindak", sambung Carter.
Banyak warga yang merasa dirugikan karena tidak mendapat C6 dan sulitnya mengurus surat A5 di KPU.