Jumat, 22 Mei 2026
Setahun peristiwa Tanjungbalai, Mahasiswa ingatkan kembali perlunya jaga kerukunan
TANJUNG BALAI (utamanews.com)
Oleh: Budi Selasa, 25 Jul 2017 19:35
Abdul Razak Nasution
Dok

Abdul Razak Nasution


Tokoh Mahasiswa Tanjungbalai Abdul Razak Nasution mengingatkan kembali perlunya menjaga kerukunan antar umat beragama di kota kerang tersebut. Hal ini dikatakannya, dalam momentum setahun peristiwa pembakaran rumah ibadah Vihara dan kelenteng dalam kerusuhan bernuansa SARA, Juli tahun lalu.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut, namun sangat disayangkan apabila hal serupa masih berpotensi terjadi kembali di Indonesia. 

"Dimanakah letak semboyan Bhineka Tunggal Ika? Apabila sedikit perbedaan saja dapat menyebabkan bentrokan," ujar Abdul Razak Nasution, dalam bincang-bincangnya dengan sejumlah aktifis muda asal Kota Tanjungbalai, tadi malam, Senin (24/7/2017).
Menurut Razak yang juga Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumut ini, kerusuhan bernuansa SARA sudah sering terjadi di Indonesia, hampir setiap tahun selalu ada kejadian serupa dengan motif yang hampir sama. 

"Kita memandang bahwa hal tersebut terjadi karena sudah berkurangnya toleransi antar umat beragama, yang menyebabkan sedikit saja gesekan antar umat beragama, dapat berpotensi menyebabkan konflik," ungkapnya.

Di luar itu, ada kelompok-kelompok tertentu yang memang sengaja untuk memicu konflik, baik melalui masifnya hoax di media sosial dengan memanfaatkan tindaka  arogansi oknum-oknum pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya.

"Seperti kita ketahui, kerusuhan di Tanjung Balai pada Jumat malam (29/7/2016) hingga Sabtu dinihari, dipicu oleh seorang wanita yang merasa terganggu dengan pengeras suara di masjid, sehingga muncul berbagai provokasi-provokasi di media sosial. Hal tersebut menyebabkan banyak warga yang geram dan melakukan pembakaran terhadap 10 rumah ibadah. Ini juga mengindikasikan bahwa masyarakat Tanjungbalai rentan diprovokasi," tambahnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Untuk itu, Razak menghimbau agar semua elemen bergandengan tangan dan mengawal komunitas masing-masing. Dengan begitu percikan-percikan konflik dapat diminimalisir sejak dini.

"Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa Meiliana, wanita yang memicu konflik tersebut sudah menjalani proses hukum dan diadili di Pengadilan, dan sebelumnya, dalam setiap kesempatan Meiliana terus menyampaikan permintaan maaf dan dirinya sadar bahwa perbuatannya telah mengganggu ketentraman di Tanjungbalai. Permintaan maaf itu selalu disampaikannya berulang-ulang," ujar Razak lagi.

Razak juga mengapresiasi tindakan Walikota Tanjungbalai M. Syahrial SH MH., yang cepat merespon aspirasi umat dan meredam terjadinya konflik susulan dengan menurunkan patung di pinggiran sungai Asahan.

iklan peninggi badan
Di akhir wawancaranya, tokoh mahasiswa asal kota Tanjungbalai ini mengharapkan elemen pemuda dan mahasiswa serta masyarakat umumnya, untuk tidak percaya begitu saja dengan isu-isu provokatif yang beredar di media sosial. 

"Masyarakat harus cerdas menyikapi isu-isu, khususnya isu yang berbau SARA, karena hal tersebut merupakan isu sensitif yang dapat dengan mudah menyulut sentimen dan biasanya berujung konflik. Tidak menutup kemungkinan bahwa isu tersebut sengaja disulut untuk memecah belah kerukunan antar umat beragama di Indonesia," pungkasnya.

Editor: Sam
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later