Jumat, 22 Mei 2026
Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Harry Minggu, 19 Mei 2019 15:19
DR. H. Ardiansyah MA
Harry

DR. H. Ardiansyah MA

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), DR H. Ardiansyah, Lc., MA., mengharapkan para pemimpin bangsa, khususnya yang terlibat dalam Pemilu 2019, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk lebih memikirkan nasib bangsa ini kedepan. 

"Apa pun namanya, setiap kegiatan itu harus dipikirkan, kalau dalam Islam itu ada namanya maslahat. Itu harus dipertimbangkan betul. Sebab kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, dampak kerusakan itu jauh lebih besar. Kita sudah menghabiskan uang triliunan rupiah untuk pemilu ini, jangan sampai kemudian hasilnya belum didapatkan, malah terjadi kerusakan-kerusakan di sana-sini. Karena apabila terjadi benturan, yang paling merugi adalah masyarakat awam seperti kita ini. Payah cari kerja, payah cari ini, itu. Sekarang saja pun sudah susah, tambah lagi nanti kalau ada 'people power', pasti akan lebih runyam lagi," tutur H. Ardiansyah, saat diwawancarai di kantor MUI Sumut, Sabtu sore (18/5/2019). 

H. Ardiansyah menegaskan bahwa sebagai masyarakat, pemilih sudah melaksanakan tugasnya, sudah memberikan suaranya. "Maka kita harapkan supaya suara rakyat itu dijaga, amanat rakyat itu dilaksanakan oleh yang diberi tugas untuk itu oleh undang-undang, seperti KPU, Bawaslu dan aparat keamanan. Dan karena itu lah, kita berharap kepada pemerintah dan juga penegak hukum untuk bersikap adil, bersikap netral dan mengayomi masyarakat. Karena memang tugas mereka adalah pengayom masyarakat", katanya.
Kepada pihak-pihak yang berkontestasi, akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini menyampaikan bahwa dalam setiap pertandingan harus siap menang, siap kalah. "Dalam pertandingan memang biasa menang, biasa kalah. Tentunya tidak ada yang pasti bisa memuaskan semua pihak. Kita sebagai anak bangsa, sekecil apa pun elemen kita, walau tidak menjadi nahkoda dalam sebuah kapal pesiar, tapi jadilah kita satu sekrup yang karena kalau tidak ada sekrup itu, kapalnya bisa bocor. Artinya tidak mesti kita berperan pada level-level tertentu, walaupun semua orang tentu menginginkan jadi presiden, jadi ini, dan lain sebagainya. Sebagai masyarakat, tugas kita kan sudah kita laksanakan. Masalah siapa yang terpilih, siapa yang menang kita serahkan lah kepada mereka yang bertugas, dan petugas-petugas ini tunjukkan lah profesionalisme anda agar masyarakat percaya, agar mereka tidak bingung dan curiga pada penyelenggara. Jangan berlaku curang, berlaku lah adil dalam setiap kegiatan", tambahnya.
Di lain sisi, H. Ardiansyah, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa mengapresiasi KPU. "Kita belum bisa mengapresiasi ini karena tugas belum selesai. Sesuatu itu bisa kita apresiasi apabila sudah selesai. Majelis ulama belum memberi apresiasi secara penuh terhadap penyelenggaraan pemilu karena memang masih 'on the track', masih berjalan di atas jalurnya, harus sampai tuntas. Oleh karena itu kita minta kepada KPU, Bawaslu, kepada aparat penegak hukum, tentara, kepada semua kita lah untuk memikirkan dan berbuatlah yang terbaik pada masyarakat, pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar. Inilah kenyataan dalam perpolitikan kita, dan apa yang terjadi saat ini akan menjadi suatu pelajaran yang sangat penting kedepan dalam mereview, memperbaiki, melakukan perbaikan-perbaikan terhadap pemilu kita kedepan", tukasnya. 
"Harapan kita bersama tentunya Indonesia jadi lebih baik, Indonesia jadi lebih aman, masyarakat lebih makmur, hutang kita semakin berkurang, PDB kita bertambah, PAD meningkat, masyarakat sejahtera dan relijius. Jadi, kalau pun memang ada yang merasa sangat tidak terima dengan hasil Pemilu ini, ya sampaikan lah sesuai dengan amanat undang-undang. Pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar", pungkas H. Ardiansyah.
Editor: Sam
Tag:
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later