Senin, 30 Mar 2020 05:10
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam

Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Harry
Minggu, 19 Mei 2019 15:19
Harry
DR. H. Ardiansyah MA
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), DR H. Ardiansyah, Lc., MA., mengharapkan para pemimpin bangsa, khususnya yang terlibat dalam Pemilu 2019, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk lebih memikirkan nasib bangsa ini kedepan. 

"Apa pun namanya, setiap kegiatan itu harus dipikirkan, kalau dalam Islam itu ada namanya maslahat. Itu harus dipertimbangkan betul. Sebab kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, dampak kerusakan itu jauh lebih besar. Kita sudah menghabiskan uang triliunan rupiah untuk pemilu ini, jangan sampai kemudian hasilnya belum didapatkan, malah terjadi kerusakan-kerusakan di sana-sini. Karena apabila terjadi benturan, yang paling merugi adalah masyarakat awam seperti kita ini. Payah cari kerja, payah cari ini, itu. Sekarang saja pun sudah susah, tambah lagi nanti kalau ada 'people power', pasti akan lebih runyam lagi," tutur H. Ardiansyah, saat diwawancarai di kantor MUI Sumut, Sabtu sore (18/5/2019). 

H. Ardiansyah menegaskan bahwa sebagai masyarakat, pemilih sudah melaksanakan tugasnya, sudah memberikan suaranya. "Maka kita harapkan supaya suara rakyat itu dijaga, amanat rakyat itu dilaksanakan oleh yang diberi tugas untuk itu oleh undang-undang, seperti KPU, Bawaslu dan aparat keamanan. Dan karena itu lah, kita berharap kepada pemerintah dan juga penegak hukum untuk bersikap adil, bersikap netral dan mengayomi masyarakat. Karena memang tugas mereka adalah pengayom masyarakat", katanya.


Kepada pihak-pihak yang berkontestasi, akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini menyampaikan bahwa dalam setiap pertandingan harus siap menang, siap kalah. "Dalam pertandingan memang biasa menang, biasa kalah. Tentunya tidak ada yang pasti bisa memuaskan semua pihak. Kita sebagai anak bangsa, sekecil apa pun elemen kita, walau tidak menjadi nahkoda dalam sebuah kapal pesiar, tapi jadilah kita satu sekrup yang karena kalau tidak ada sekrup itu, kapalnya bisa bocor. Artinya tidak mesti kita berperan pada level-level tertentu, walaupun semua orang tentu menginginkan jadi presiden, jadi ini, dan lain sebagainya. Sebagai masyarakat, tugas kita kan sudah kita laksanakan. Masalah siapa yang terpilih, siapa yang menang kita serahkan lah kepada mereka yang bertugas, dan petugas-petugas ini tunjukkan lah profesionalisme anda agar masyarakat percaya, agar mereka tidak bingung dan curiga pada penyelenggara. Jangan berlaku curang, berlaku lah adil dalam setiap kegiatan", tambahnya.


Di lain sisi, H. Ardiansyah, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa mengapresiasi KPU. "Kita belum bisa mengapresiasi ini karena tugas belum selesai. Sesuatu itu bisa kita apresiasi apabila sudah selesai. Majelis ulama belum memberi apresiasi secara penuh terhadap penyelenggaraan pemilu karena memang masih 'on the track', masih berjalan di atas jalurnya, harus sampai tuntas. Oleh karena itu kita minta kepada KPU, Bawaslu, kepada aparat penegak hukum, tentara, kepada semua kita lah untuk memikirkan dan berbuatlah yang terbaik pada masyarakat, pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar. Inilah kenyataan dalam perpolitikan kita, dan apa yang terjadi saat ini akan menjadi suatu pelajaran yang sangat penting kedepan dalam mereview, memperbaiki, melakukan perbaikan-perbaikan terhadap pemilu kita kedepan", tukasnya. 

"Harapan kita bersama tentunya Indonesia jadi lebih baik, Indonesia jadi lebih aman, masyarakat lebih makmur, hutang kita semakin berkurang, PDB kita bertambah, PAD meningkat, masyarakat sejahtera dan relijius. Jadi, kalau pun memang ada yang merasa sangat tidak terima dengan hasil Pemilu ini, ya sampaikan lah sesuai dengan amanat undang-undang. Pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar", pungkas H. Ardiansyah.
Editor: Sam

T#g:MUIPeople PowerUIN
Berita Terkait
  • Minggu, 22 Mar 2020 09:22

    Jubir Penanganan Corona: Klorokuin, obat untuk penyembuhan, bukan pencegahan

    Achmad Yurianto, mengkonfirmasi bahwa pemerintah sudah mulai mendatangkan obat yang secara evidence based, secara pengalaman, digunakan oleh negara yang lain dan memberikan respons yang positif.

  • Sabtu, 14 Mar 2020 17:34

    UINSU Buka Jurusan FKM Di Tebing Tinggi, Sapma PP: Kerja Nyata Pemko

    Satuan Siswa, Pelajar & Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Tebing Tinggi mengapresiasi kinerja Pemko Tebing Tinggi dalam rangka membangun kualitas SDM mencapai SDM unggul Indonesia Maju dan m

  • Senin, 09 Mar 2020 18:29

    PTPN III (Persero) Terima Sertifikat Halal dari LPPOM MUI

    PTPN III (Persero) menerima penghargaan berupa sertifikat halal dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika) Majelis Ulama Indonesia pada tanggal 24 Februari 2020 di kantor PT

  • Selasa, 03 Mar 2020 08:13

    Ketua MUI Sergai Dukung Penuh Kapolres Dalam Berantas Penyakit Masyarakat

    Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai, H  Hasful Huznain, SH sangat mengapresiasi dan mendukung Program Kerja Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang, SH, M.Hum dalam mem

  • Jumat, 21 Feb 2020 22:01

    Bupati Labuhanbatu Tandatangani MOU Bersama UIN Sumatera Utara

    Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST.MT Melakukan penandatanganan MOU (Memorandum Of Understanding) atau perjanjian kerjasama dengan Universitas Islam Negri (UIN) Sumatera Utara, Jum'a

  • Minggu, 08 Des 2019 16:38

    KOPRI PKC PMII Sumut: Perempuan Berperan Penting Dalam Menangkal Paham Radikal

    Korps Putri Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PKC PMII) Sumut mengadakan dialog publik dengan tema, "Menanamkan  Paham Nasionalisme Dalam Menangkal Paham Rad

  • Sabtu, 07 Sep 2019 20:27

    Dunia Internasional Percaya Indonesia Mampu Jaga Perdamaian Papua

    Kepercayaan dunia pada kemampuan masyarakat dan pemerintah Indonesia menjaga perdamaian di Papua sangat tinggi. Kepercayaan itu didasarkan pada fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara demokrasi

  • Jumat, 30 Agu 2019 14:30

    Edy Rahmayadi Dampingi KH Ma'ruf Amin Resmikan Gedung MUI Kota Medan

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendampingi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma'ruf Amin meresmikan Gedung MUI Kota Medan, di Jalan Nusantara, Nomor 3, Medan, Kamis (29/

  • Kamis, 29 Agu 2019 18:39

    Prof Dr KH Ma'ruf Amin Resmikan Kantor MUI Medan

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menghadiri pertemuan para ulama, pemerintah, ormas Islam dan tokoh masyarakat di Kantor Majelis Ul

  • Jumat, 13 Sep 2019 03:13

    Menolak Wacana Berdirinya MUI Tandingan Bernama MPUI

    Salah satu pembahasan dalam Ijtima Ulama IV adalah pematangan rencana pembentukan Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPUI) sebagai tindak lanjut dari GNPF Ulama. Pembentukan MPUI sebagai wadah p

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak