Sabtu, 24 Agu 2019 15:04
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam

Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Harry
Minggu, 19 Mei 2019 15:19
Harry
DR. H. Ardiansyah MA
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), DR H. Ardiansyah, Lc., MA., mengharapkan para pemimpin bangsa, khususnya yang terlibat dalam Pemilu 2019, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk lebih memikirkan nasib bangsa ini kedepan. 

"Apa pun namanya, setiap kegiatan itu harus dipikirkan, kalau dalam Islam itu ada namanya maslahat. Itu harus dipertimbangkan betul. Sebab kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, dampak kerusakan itu jauh lebih besar. Kita sudah menghabiskan uang triliunan rupiah untuk pemilu ini, jangan sampai kemudian hasilnya belum didapatkan, malah terjadi kerusakan-kerusakan di sana-sini. Karena apabila terjadi benturan, yang paling merugi adalah masyarakat awam seperti kita ini. Payah cari kerja, payah cari ini, itu. Sekarang saja pun sudah susah, tambah lagi nanti kalau ada 'people power', pasti akan lebih runyam lagi," tutur H. Ardiansyah, saat diwawancarai di kantor MUI Sumut, Sabtu sore (18/5/2019). 

H. Ardiansyah menegaskan bahwa sebagai masyarakat, pemilih sudah melaksanakan tugasnya, sudah memberikan suaranya. "Maka kita harapkan supaya suara rakyat itu dijaga, amanat rakyat itu dilaksanakan oleh yang diberi tugas untuk itu oleh undang-undang, seperti KPU, Bawaslu dan aparat keamanan. Dan karena itu lah, kita berharap kepada pemerintah dan juga penegak hukum untuk bersikap adil, bersikap netral dan mengayomi masyarakat. Karena memang tugas mereka adalah pengayom masyarakat", katanya.


Kepada pihak-pihak yang berkontestasi, akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini menyampaikan bahwa dalam setiap pertandingan harus siap menang, siap kalah. "Dalam pertandingan memang biasa menang, biasa kalah. Tentunya tidak ada yang pasti bisa memuaskan semua pihak. Kita sebagai anak bangsa, sekecil apa pun elemen kita, walau tidak menjadi nahkoda dalam sebuah kapal pesiar, tapi jadilah kita satu sekrup yang karena kalau tidak ada sekrup itu, kapalnya bisa bocor. Artinya tidak mesti kita berperan pada level-level tertentu, walaupun semua orang tentu menginginkan jadi presiden, jadi ini, dan lain sebagainya. Sebagai masyarakat, tugas kita kan sudah kita laksanakan. Masalah siapa yang terpilih, siapa yang menang kita serahkan lah kepada mereka yang bertugas, dan petugas-petugas ini tunjukkan lah profesionalisme anda agar masyarakat percaya, agar mereka tidak bingung dan curiga pada penyelenggara. Jangan berlaku curang, berlaku lah adil dalam setiap kegiatan", tambahnya.


Di lain sisi, H. Ardiansyah, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa mengapresiasi KPU. "Kita belum bisa mengapresiasi ini karena tugas belum selesai. Sesuatu itu bisa kita apresiasi apabila sudah selesai. Majelis ulama belum memberi apresiasi secara penuh terhadap penyelenggaraan pemilu karena memang masih 'on the track', masih berjalan di atas jalurnya, harus sampai tuntas. Oleh karena itu kita minta kepada KPU, Bawaslu, kepada aparat penegak hukum, tentara, kepada semua kita lah untuk memikirkan dan berbuatlah yang terbaik pada masyarakat, pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar. Inilah kenyataan dalam perpolitikan kita, dan apa yang terjadi saat ini akan menjadi suatu pelajaran yang sangat penting kedepan dalam mereview, memperbaiki, melakukan perbaikan-perbaikan terhadap pemilu kita kedepan", tukasnya. 

"Harapan kita bersama tentunya Indonesia jadi lebih baik, Indonesia jadi lebih aman, masyarakat lebih makmur, hutang kita semakin berkurang, PDB kita bertambah, PAD meningkat, masyarakat sejahtera dan relijius. Jadi, kalau pun memang ada yang merasa sangat tidak terima dengan hasil Pemilu ini, ya sampaikan lah sesuai dengan amanat undang-undang. Pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar", pungkas H. Ardiansyah.
Editor: Sam

T#g:MUIPeople PowerUIN
Berita Terkait
  • Jumat, 13 Sep 2019 03:13

    Menolak Wacana Berdirinya MUI Tandingan Bernama MPUI

    Salah satu pembahasan dalam Ijtima Ulama IV adalah pematangan rencana pembentukan Majelis Permusyawaratan Ulama Indonesia (MPUI) sebagai tindak lanjut dari GNPF Ulama. Pembentukan MPUI sebagai wadah p

  • Minggu, 21 Jul 2019 08:01

    Manajemen copot label halal dari Bolu Meranti, Perpanjangan Sertifikasi Halal dari MUI mahal dan rumit?

    Manager PT Cipta Rasa Nusantara, Tomy menyatakan, mereka memang sudah menanggalkan label halal dari kemasan produknya sejak tahun lalu. "Lihat saja produk-produk kita mana ada yang pakai label MUI. Se

  • Kamis, 30 Mei 2019 03:30

    Demonstrasi Anarkhi Versi Tokoh Reformasi

    Tanggal 21 dan 22 Mei beberapa hari yang lalu menorehkan sejarah kelam dalam perjalanan negara Indonesia, khususnya perjalanan sebagai negara demokrasi, yang selama 20 tahun terakhir ini dijadikan mod

  • Rabu, 22 Mei 2019 13:42

    Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara (AMIN) Tolak Propaganda People Power

    Seratusan massa yang mengaku dari Aliansi Mahasiswa Islam Nusantara (AMIN)  melakukan demo aksi damai di depan gedung KPUD Sumut  Rabu (22/05/2019), di jalan Perintis Kemerdekaan, Medan.AMIN

  • Minggu, 19 Mei 2019 17:19

    Kapolres dan Komandan Kodim 0824/Jember Sidak Penumpang Bus dan Kereta Api

    Berkaitan lonjakan penumpang Jelang Idul Fitri 2019 sekaligus memonitor kemungkinan adanya rombongan yang berangkat ke Jakarta dalam rangka ikut turun ke Jalan pada saat pengumuman hasil Pemilu oleh K

  • Rabu, 15 Mei 2019 02:15

    Perlukah People Power di Era Reformasi?

    People power dapat diartikan sebagai upaya menggerakkan massa dalam jumlah besar untuk menuntut suatu hasil seperti yang pernah terjadi pada akhir era orde baru yang ditandai dengan demonstrasi besar-

  • Selasa, 14 Mei 2019 08:44

    Babak baru kasus dugaan makar, Polisi tangkap Eggi Sudjana

    Aparat kepolisian dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana.

  • Minggu, 05 Mei 2019 08:15

    MUI Kota Binjai Sebut Pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 Sukses

    Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Binjai Jafar Sidik mengapresiasi penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019, baik Pilpres maupun Pileg yang berlangsung aman, damai dan

  • Sabtu, 04 Mei 2019 16:44

    Di Kantor MUI, Andre Taulany Minta Maaf Atas Candaan Aroma 1000 Bunga

    Artis Andre Taulany menyambangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat terkait polemik ucapannya di sebuah stasiun televisi yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW."Alhamdullilah di kesempatan bai

  • Senin, 29 Apr 2019 03:29

    Apapun Hasil Pemilu 2019, Masyarakat Harus Menghormatinya

    Keberhasilan demokrasi bukan hanya sekedar ketika rakyat bisa menyalurkan hak suaranya. Bukan pula pada saat hasil quick count diumumkan. Karena Demokrasi juga membutuhkan legitimasi. Di negara ini, s

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak