Jumat, 29 Mei 2020 08:42
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam

Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Harry
Minggu, 19 Mei 2019 15:19
Harry
DR. H. Ardiansyah MA
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), DR H. Ardiansyah, Lc., MA., mengharapkan para pemimpin bangsa, khususnya yang terlibat dalam Pemilu 2019, baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk lebih memikirkan nasib bangsa ini kedepan. 

"Apa pun namanya, setiap kegiatan itu harus dipikirkan, kalau dalam Islam itu ada namanya maslahat. Itu harus dipertimbangkan betul. Sebab kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, dampak kerusakan itu jauh lebih besar. Kita sudah menghabiskan uang triliunan rupiah untuk pemilu ini, jangan sampai kemudian hasilnya belum didapatkan, malah terjadi kerusakan-kerusakan di sana-sini. Karena apabila terjadi benturan, yang paling merugi adalah masyarakat awam seperti kita ini. Payah cari kerja, payah cari ini, itu. Sekarang saja pun sudah susah, tambah lagi nanti kalau ada 'people power', pasti akan lebih runyam lagi," tutur H. Ardiansyah, saat diwawancarai di kantor MUI Sumut, Sabtu sore (18/5/2019). 

H. Ardiansyah menegaskan bahwa sebagai masyarakat, pemilih sudah melaksanakan tugasnya, sudah memberikan suaranya. "Maka kita harapkan supaya suara rakyat itu dijaga, amanat rakyat itu dilaksanakan oleh yang diberi tugas untuk itu oleh undang-undang, seperti KPU, Bawaslu dan aparat keamanan. Dan karena itu lah, kita berharap kepada pemerintah dan juga penegak hukum untuk bersikap adil, bersikap netral dan mengayomi masyarakat. Karena memang tugas mereka adalah pengayom masyarakat", katanya.


Kepada pihak-pihak yang berkontestasi, akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini menyampaikan bahwa dalam setiap pertandingan harus siap menang, siap kalah. "Dalam pertandingan memang biasa menang, biasa kalah. Tentunya tidak ada yang pasti bisa memuaskan semua pihak. Kita sebagai anak bangsa, sekecil apa pun elemen kita, walau tidak menjadi nahkoda dalam sebuah kapal pesiar, tapi jadilah kita satu sekrup yang karena kalau tidak ada sekrup itu, kapalnya bisa bocor. Artinya tidak mesti kita berperan pada level-level tertentu, walaupun semua orang tentu menginginkan jadi presiden, jadi ini, dan lain sebagainya. Sebagai masyarakat, tugas kita kan sudah kita laksanakan. Masalah siapa yang terpilih, siapa yang menang kita serahkan lah kepada mereka yang bertugas, dan petugas-petugas ini tunjukkan lah profesionalisme anda agar masyarakat percaya, agar mereka tidak bingung dan curiga pada penyelenggara. Jangan berlaku curang, berlaku lah adil dalam setiap kegiatan", tambahnya.


Di lain sisi, H. Ardiansyah, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa mengapresiasi KPU. "Kita belum bisa mengapresiasi ini karena tugas belum selesai. Sesuatu itu bisa kita apresiasi apabila sudah selesai. Majelis ulama belum memberi apresiasi secara penuh terhadap penyelenggaraan pemilu karena memang masih 'on the track', masih berjalan di atas jalurnya, harus sampai tuntas. Oleh karena itu kita minta kepada KPU, Bawaslu, kepada aparat penegak hukum, tentara, kepada semua kita lah untuk memikirkan dan berbuatlah yang terbaik pada masyarakat, pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar. Inilah kenyataan dalam perpolitikan kita, dan apa yang terjadi saat ini akan menjadi suatu pelajaran yang sangat penting kedepan dalam mereview, memperbaiki, melakukan perbaikan-perbaikan terhadap pemilu kita kedepan", tukasnya. 

"Harapan kita bersama tentunya Indonesia jadi lebih baik, Indonesia jadi lebih aman, masyarakat lebih makmur, hutang kita semakin berkurang, PDB kita bertambah, PAD meningkat, masyarakat sejahtera dan relijius. Jadi, kalau pun memang ada yang merasa sangat tidak terima dengan hasil Pemilu ini, ya sampaikan lah sesuai dengan amanat undang-undang. Pikirkan lah kemaslahatan yang lebih besar", pungkas H. Ardiansyah.
Editor: Sam

T#g:MUIPeople PowerUIN
Berita Terkait
  • Jumat, 22 Mei 2020 17:02

    MUI minta warga yang Mudik tidak ikut sholat berjamaah di masjid

    Jika ada warga yang mudik atau pulang kampung, sebaiknya tidak ikut sholat idul fitri di Mesjid maupun di lapangan terbuka. Ini demi kebaikan bersama.

  • Jumat, 22 Mei 2020 04:22

    Bank Sumut Berikan Bantuan pada MUI Sumut

    Direktur Utama Bank Sumut Muchammad Budi Utomo menyerahkan bantuan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, dan diterima langsung oleh Sekretaris Umum MUI Sumut Dr.H. Ardiansyah Lc.MA., Ra

  • Kamis, 21 Mei 2020 15:41

    Terkait Salat Id di tengah pandemi, MUI Sumut minta umat pahami kondisi setempat

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) memperbolehkan umat Islam di Sumut menyelenggarakan Salat Id berjamaah di masjid-masjid.Ketua MUI Sumut Prof H. Abdullah Syah menyatakan bahwa ia m

  • Kamis, 21 Mei 2020 03:01

    Sholat Idul Fitri dapat dilakukan di rumah

    Umat Muslim mendapati Ramadhan di tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, begitu juga pada pelaksanaan sholat Idul Fitri mendatang.

  • Jumat, 17 Apr 2020 18:27

    Jelang Ramadan, MUI Sumut Keluarkan Sembilan Fatwa Terkait Ibadah Umat Muslim

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan sembilan fatwa terkait dengan ibadah untuk umat muslim. Kesembilan fatwa ini dikeluarkan untuk memberikan kepastian tata cara beribadah di masa pandemi Covid-19.

  • Rabu, 15 Apr 2020 21:15

    Sinergitas Polri dan MUI bagikan 200 masker gratis untuk masyarakat Pantai Cermin

    Polres Serdang Bedagai melalui Polsek Pantai Cermin dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pantai Cermin membagikan masker kepada warga yang melintas di Jalan Mayjen Rizal Nurdin, atau tepatnya d

  • Minggu, 12 Apr 2020 19:12

    Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 Sesuai dengan Protokol Medis dan Fatwa MUI

    Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) Aris Yudhariansyah meminta masyarakat tidak menolak pemakaman korban Covid-19.

  • Minggu, 22 Mar 2020 09:22

    Jubir Penanganan Corona: Klorokuin, obat untuk penyembuhan, bukan pencegahan

    Achmad Yurianto, mengkonfirmasi bahwa pemerintah sudah mulai mendatangkan obat yang secara evidence based, secara pengalaman, digunakan oleh negara yang lain dan memberikan respons yang positif.

  • Sabtu, 14 Mar 2020 17:34

    UINSU Buka Jurusan FKM Di Tebing Tinggi, Sapma PP: Kerja Nyata Pemko

    Satuan Siswa, Pelajar & Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Tebing Tinggi mengapresiasi kinerja Pemko Tebing Tinggi dalam rangka membangun kualitas SDM mencapai SDM unggul Indonesia Maju dan m

  • Senin, 09 Mar 2020 18:29

    PTPN III (Persero) Terima Sertifikat Halal dari LPPOM MUI

    PTPN III (Persero) menerima penghargaan berupa sertifikat halal dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika) Majelis Ulama Indonesia pada tanggal 24 Februari 2020 di kantor PT

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak