Jumat, 22 Mei 2026
Sampaikan 4 Poin Evaluasi 100 Hari Kerja Boby-Aulia, GMKI Medan: Kurangi sensasi Fokus Kerja
Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam Sabtu, 05 Jun 2021 18:05
Meliana Gultom
Istimewa

Meliana Gultom

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan menyampaikan 4 poin evaluasi terhadap 100 hari kerja kepemimpinan Bobby-Aulia sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan.

Adapun evaluasi ini disusun guna mengukur dan menilai janji-janji Bobby-Aulia mewujudkan visi misinya pada saat kampanye dan pada saat pelantikannya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan.

Secara garis besar, GMKI Medan menilai 100 hari kepemimpinan Bobby Nasution masih belum mampu menunjukkan perubahan signifikan dan masih jauh jika dibandingkan dengan janji-janjinya pada saat kampanye dan terutama janji-janjinya pada saat pelantikan sebagai Walikota Medan terkhusus 100 hari kerja.
Menurut GMKI, pencapaian 100 hari kerja Bobby-Aulia bertolak belakang dengan tagline yang diusung, yakni "Kolaborasi Medan Berkah", dimana dalam 100 hari kerja masih belum menunjukkan kolaborasi yang dimaksudkan.

"Dalam 100 hari kerja ini kami melihat program-program yang dijanjikan Pak Walikota masih belum terlihat, sebut saja Medan bersinar (bersih tanpa narkoba), Medan Bebas Macet, Medan Sakansawira (satu kelurahan satu sentra kewirausahaan), Medan Bercabang (bersih cantik tanpa lubang), Medan bebas begal, Medan Tajir (tanpa banjir), dan masih banyak lagi. Seharusnya dalam 100 hari kerja Walikota sudah bisa menunjukkan komitmen akan realisasi dari program-program ini", tutur Meliana Gultom, Sabtu (5/6).
Berikut 4 poin evaluasi yang disampaikan GMKI Medan terhadap100 hari kerja Bobby-Aulia sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan.
1. Penanganan Pandemi Covid-19

Penanganan pencegahan covid-19 yang dilakukan di 100 hari kerja Bobby-Aulia masih belum menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Meskipun saat ini kota Medan berada di zona oranye namun situasi di lapangan menunjukkan begitu banyak pelanggaran-pelanggaran yang bahkan dilakukan oleh pihak Pemko sendiri. Sebut saja pembukaan kawasan Kesawan yang menimbulkan keramaian yang menunjukkan Pemko Medan abai terhadap protokol kesehatan. Terakhir beberapa rumah sakit di Medan kehabisan ruangan untuk pasien covid-19 serta vaksinasi per hari ini yang masih mencapai 42% dari target vaksinasi di Kota Medan.

Seharusnya Walikota Medan fokus dan tetapkan kebijakan pemko Medan dalam pencegahan penularan Covid-19 sehingga penanganan dan pencegahan dapat difokuskan pada wilayah kota Medan. 
produk kecantikan untuk pria wanita

2. Infrastruktur Kota Medan

Pernyataan Bobby yang menargetkan akan menyelesaikan masalah infrastruktur di kota Medan dalam 2 tahun tentu dalam 100 hari kerja ini harus dapat menunjukkan komitmen yang jelas. Namun kenyataannya hal itu belum dapat dilihat, karena masih banyaknya terlihat jalan berlubang, seharusnya pemerintah juga harus bisa mengelola tata ruang kota yang aman dan bersih. sehingga tidak lagi menimbulkan ruang kota yang amburadul, tidak tertata dengan baik, masih banyaknya infrastruktur yang harus dibenahi dan drainase yang masih banyak belum berfungsi dengan baik, sehingga hujan yang terus menimbulkan kota Medan banjir.
Pemerintah kota Medan juga harus mampu Mewujudkan Infrastruktur kota Medan yang bersih, transparan dan akuntabel.

iklan peninggi badan
3. Pemulihan ekonomi

Dalam kepemimpinan Walikota Medan pastinya harus bekerja keras dalam pemulihan ekonomi di tengah pendemi Covid-19. Bukan menjadi pelaku utama yang mengundang keramaian, untuk program kerja UMKM yang juga salah satu fokus Walikota Medan seharusnya menjadi mininatur Pemulihan ekonomi yang berbasis Protokol Kesehatan, tentu hal ini menjadi tugas berat. Namun jika Walikota mampu memulihkan perekonomian di tengah pendemi Covid-19 maka menjadi keberlangsungan yang dapat membantu kinerja Pemerintah Kota Medan. The Kitchen of Asia yang digadang oleh walikota Medan seharusnya menjadi salah satu contoh pemulihan ekonomi yang patuh dan ketat terhadap protokol kesehatan, namun kenyataannya hal itu berbanding terbalik.
4. Pemberantasan Korupsi

Pungutan liar masih marak terjadi di lingkaran layanan publik Pemko Medan, meskipun ada tindakan pemecatan yang dilakukan oleh Walikota, namun tentu reformasi birokrasi yang digadang-gadang oleh Bobby-Aulia masih masih belum menunjukkan komitmen di awal 100 hari kerja ini. Pemungutan liar seharusnya tidak lagi terjadi di kota Medan, hal ini sangat merusak citra pemerintah kota Medan, sehingga Masyarakat yang terus menjadi korban pungli.

GMKI Cabang Medan sebagai bagian dari masyarakat kota Medan dan mitra kritis pemerintah kota Medan berharap agar Walikota fokus terhadap program-program dan janjinya sewaktu kampanye.

"Perubahan kota Medan sangat dinantikan melalui kebijakan dan peraturan yang dapat mengedepankan kinerja secara efektif dan efisien, keberlangsungan Masyarakat kota Medan yang sejahtera dan berdaya saing serta kota Medan bersih, aman dan transparan dan berkolaborasi seperti yang dicita-citakan", tutup Meliana Gultom.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later