Bulan ramadhan merupakan bulan yang suci dan penuh rahmat. Ramadhan juga kerap disebut sebagai bulan penuh peduli. Di bulan suci ini, umat Islam terus meningkatkan ibadahnya, seperti berpuasa, sholat, bersedekah dan kegiatan positif lainnya.
Seperti yang digelar oleh Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kaputama Binjai. Bertempat di halaman kampusnya, pengurus Kampus tertua di Kota Binjai ini menggelar buka puasa di bulan suci ramadhan 1444 H, bersama para mahasiswanya, Rabu (12/4).
Mengusung tema "Meningkatkan Kualitas Iman Dan Taqwa Pada Bulan Puasa Ramadhan di Era Digital" kegiatan ini dihadiri oleh Pembina STMIK Kaputama Dr. Parlindungan Purba SH. MM, Ketua STMIK Kaputama Dr. Relita Buaton ST. M.Kom, Ketua YPTIM (Pendidikan Teknologi Informasi Mutiara) Medan Drs. Irawanto Tampubolon, pimpinan Prodi SMK/SMA se-Kota Binjai dan Langkat, Kepsek Tunas Pelita Abdul Wahab, Walikota LIRA Binjai Eddy Aswari, pengurus organisasi kemahasiswaan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Pembina Yayasan STMIK Kaputama, Dr. Parlindungan Purba SH MM, dalam sambutannya memberikan apresiasinya kepada pihak panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan.buks puasa bersama tersebut.
"Apresiasi kepada pihak penyelenggara. Ini merupakan kegiatan yang selalu kita gelar setiap tahunnya, tepatnya di bulan puasa. Ini sebagai bukti bahwa kita menunjukkan perhatian kepada sesama," ungkapnya.
Dirinya juga berharap, dengan digelarnya acara buka puasa bersama tersebut, dapat meningkatkan kepedulian sekaligus mempertebal keimanan kita.
"Saya berharap kegiatan ini terus dilakukan setiap tahunnya. Apalagi saya mendengar 90 persen mereka yang hadir ikut puasa," beber Parlindungan Purba.
Disela sela kegiatan tersebut, Parlindungan Purba bersama puluhan mahasiswa STMIK Kaputama juga menyempatkan diri berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar Lapangan Merdeka Binjai.
Sementara itu, Ketua STMIK Kaputama Binjai Dr. Relita Buaton ST. M.Kom, dalam sambutannya mengatakan, silaturahmi dan buka puasa bersama ini sangat baik untuk dilakukan. Sebab menurutnya, puasa merupakan ajaran yang dapat memupuk rasa sabar serta meningkatkan empati kita kepada orang lain, khususnya orang orang yang membutuhkan bantuan serta kesehatan jiwa raga dari kita.
"Buka puasa bersama ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh STMIK Kaputama setiap tahunnya," ungkap Relita Buaton.
Sebagai Ketua STMIK Kaputama, pria berkacamata yang selalu akrab dengan awak media ini juga menegaskan bahwa saat ini kita berada di era RI 4.0.
"Banyak sisi negatif akibat pengaruh digital ini. Untuk itu salah satu solusinya adalah dengan memperbanyak kegiatan kegiatan seperti ini. Karena bisa menghindari atau meminimalisir dampak negatif dari internet. Artinya, muatan muatan dalam silaturahmi keagamaan lah yang dapat membekali dan membentengi kita dari pengaruh negatif di era digital seperti saat ini," tuturnya.
Dihadapan para tamu undangan dan ratusan mahasiswa, Ketua STMIK Kaputama ini juga menegaskan bahwa dengan berpuasa jangan sampai menurunkan semangat kerja kita semua.
"Justru sebaliknya, dengan berpuasa, ide ide yang cemerlang akan muncul dan segala pelayanan kita terhadap dosen dan mahasiswa, akan berlipat ganda pahalanya, tentunya dengan niatan kerja adalah ibadah," demikian ucap Relita Buaton, sembari menegaskan bahwa STMIK Kaputama saat ini sudah lebih baik dengan akreditasi baik sekali.
Ditempat yang sama, Al Ustadz Mukhlis Mumai S.Pd.i, yang dipercaya untuk menjadi penceramah dalam kegiatan buka puasa bersama ini mengatakan, salah satu orang yang mendapat Istiqomah dari Allah SWT adalah orang yang menjalankan ibadah puasa sekaligus membaca Alqur'an.
"Bagi umat muslim, silahkan menjalankan aktifitasnya, tapi jangan tinggalkan Sholat dan puasa di bulan suci ramadhan ini. Sebab bila kita berpuasa tapi tidak sholat, ibarat kita menuang air kedalam ember yang bocor," tuturnya.
"Orang yang sholat dibawa dosa dosanya diatas kepalanya. Dan saat ia ruku" dan sujud, maka gugurlah segala dosa dosanya," sambung Ustad Mukhlis Mumai dalam ceramahnya.
Dalam kegiatan ini, Yayasan STMIK Kaputama Binjai juga memberikan tali asih kepada puluhan anak yatim yang berada di sekitar Kampus tertua di Kota Binjai ini.