Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Ibief sukses melaksanakan kegiatan Shariah Economic Training (SET) 2025 dengan tema “Revitalisasi Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Ekonomi Islam di Era Digital” pada 29-30 Mei 2025.
Kegiatan ini berlangsung di kawasan alam Laukulap, Kabupaten Langkat, dan diikuti oleh kader-kader KSEI serta mahasiswa dari berbagai jurusan yang memiliki semangat mengembangkan ekonomi Islam.
SET 2025 tidak hanya berisi sesi pelatihan dan diskusi keilmuan seputar ekonomi syariah dan digitalisasi, namun juga dirangkaikan dengan kegiatan penanaman pohon.
Aksi ini menjadi simbol kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga hutan lindung dari ancaman kerusakan.
Peserta diajak untuk menyadari bahwa tanggung jawab sebagai pemuda tidak hanya terbatas pada ranah akademik, tetapi juga terhadap alam dan masa depan bumi.
Hadir dalam kegiatan ini Presiden KSEI Ibief, Fitri Nada Zahira, yang membuka kegiatan secara resmi bersama seluruh jajaran pengurus dan panitia.
Tidak hanya itu, sejumlah tokoh alumni dan demisioner KSEI Ibief turut memberikan dukungan dan motivasi, di antaranya: Geri Wardana, SE., Fahmi Riswan, SE., MM., Wahyu Sembiring, SE., serta para kader demisioner lainnya yang tetap menunjukkan komitmen terhadap gerakan ekonomi Islam kampus.
Dalam sambutannya, Fitri Nada Zahira menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen KSEI Ibief dalam mencetak mahasiswa yang adaptif, progresif, dan peduli.
Kami ingin menghidupkan kembali semangat mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi Islam yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Di saat yang sama, kami ingin mahasiswa sadar akan tanggung jawab sosial dan ekologis,” ungkapnya.
Sementara itu, para demisioner yang hadir memberikan pesan penuh harapan. Fahmi Riswan yang sekaligus pemateri dalam kegiatan SET 2025 berharap KSEI Ibief tetap menjadi wadah strategis dalam mencetak pemikir dan praktisi ekonomi Islam masa depan.
“Terus jaga semangat juang. Era digital bukan tantangan, tapi peluang untuk ekonomi Islam tumbuh dan menjawab kebutuhan zaman,” tegasnya.
Diri nya juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam isu lingkungan adalah langkah bijak yang harus terus dikembangkan.
“Sinergi antara ekonomi Islam dan kelestarian lingkungan adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab moral kita semua,” katanya.
Sementara itu, Geri menekankan pentingnya kesinambungan kaderisasi dan regenerasi agar perjuangan ekonomi Islam tetap relevan di masa depan.
Melalui kegiatan ini, KSEI Ibief berharap terbentuk pribadi-pribadi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
SET 2025 menjadi bukti bahwa ekonomi Islam, teknologi, dan cinta lingkungan bisa berjalan seiring menuju perubahan yang lebih baik.