Protes Walikota Medan Walikota Medan Bobby Nasution kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi yang tidak mengkoordinasikan lokasi isolasi atau karantina dalam penanganan WNI tiba dari luar negeri menjadi sorotan publik.
Menurut Korwil I GMKI Sumatera Utara-Aceh, Hendra Manurung, ini adalah cerminan buruknya tata komunikasi Gubernur dalam menjalankan fungsi koordinasi dalam pemerintahan.
"Gubernur punya fungsi koordinasi, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Nah, wajar jika Bobby Nasution protes terhadap kebijakan Gubernur Edy Rahmayadi. Tidak semestinya Pak Gubernur responsif menanggapinya, toh tidak menyelesaikan persoalan juga," ujar Hendra Manurung ketika ditanyakan awak media, Kamis (6/5).
Menurutnya itu justru memperkeruh hubungan sinergis antara Pemprov Sumut dan Pemko Medan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.
"Di saat genting seperti ini, dimana jumlah pasien positif Covid-19 meningkat dan rumah sakit rujukan Covid-19 tidak mampu lagi menampung pasien, dibutuhkan kerja ekstra semua pihak. Tidaklah elok mempertontonkan pola komunikasi yang buruk sesama kepala daerah," tegas Hendra.
Hendra menyarankan agar Gubernur Edy Rahmayadi mengerahkan energi dan konsentrasinya dalam memastikan larangan mudik lebaran 2021 di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara berjalan dengan baik.
"Penyekatan lalu lintas pemudik sebagai salah satu antisipasi penyebaran virus Covid-19 perlu diawasi secara ketat, Sumatera Utara ini luas, jalur masuknya banyak. Energi dan konsentrasi Pak Gubernur lebih baik diarahkan dalam hal ini," tutupnya.