Rabu, 29 Apr 2026

Rahasia di Balik Kepuasan PNS Sejak 1996: Asrul Ungkap Kekurangan dan Keunggulan BPJS Kesehatan yang Jarang Diketahui!

Medan (utamanews.com)
Oleh: M. Farid Syahreza 220902010, Keysha Mumtazah Silalahi 220902022, Epri Rifdah Nabillah 220902074 Senin, 07 Okt 2024 14:47
Penulis saat mewawancarai Asrul Muhammad Ari
 Istimewa

Penulis saat mewawancarai Asrul Muhammad Ari

Asrul Muhammad Ari, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 1996, berbagi pandangannya tentang jaminan sosial di Indonesia. Sebagai pengguna rutin BPJS Kesehatan, ia mengungkapkan kepuasan dan harapannya terhadap program ini, sekaligus menyoroti beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam sistem layanan kesehatan.

Asrul menjelaskan bahwa alasan utamanya bergabung dengan BPJS Kesehatan adalah kewajiban sebagai PNS. BPJS yang sebelumnya dikenal sebagai Askes, dirancang untuk memastikan semua pegawai negeri mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai. Namun, lebih dari sekadar kewajiban, Asrul mengakui bahwa BPJS sangat sesuai dengan kebutuhan kesehatannya. “BPJS sangat berguna untuk keperluan kesehatan saya. Sebagai pengguna rutin, setiap bulan saya menggunakan layanan ini untuk berobat ke rumah sakit,” ungkapnya.
Sistem BPJS Kesehatan berbeda dengan asuransi swasta, yang lebih mengandalkan klaim dari pihak peserta. Dalam BPJS, proses penggunaan layanan kesehatan dimulai dengan mengunjungi Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), seperti Puskesmas, yang kemudian akan memberikan rujukan ke rumah sakit jika diperlukan. Asrul menilai proses rujukan ini berjalan cukup cepat, meskipun harus melalui beberapa tahap sebelum sampai ke rumah sakit dengan tipe yang lebih tinggi.

Ia juga berbagi pengalamannya terkait kebijakan perpanjangan rujukan setiap tiga bulan sekali. “Harapan saya di masa depan, proses perpanjangan rujukan bisa lebih mudah, tanpa perlu melapor ke fasilitas layanan kesehatan setiap tiga bulan sekali,” jelas Asrul. Meskipun demikian, ia memahami bahwa sistem perpanjangan ini diperlukan untuk memantau kondisi pasien secara berkala.

Salah satu perubahan besar dalam sistem BPJS adalah penghapusan kelas-kelas rawat inap, yang kini digantikan dengan standar KRIS (Ketentuan Rawat Inap Standar). Asrul menyayangkan hilangnya pilihan privasi bagi pasien dengan penghapusan kelas rawat inap tersebut. Namun, ia tetap menghargai program ini sebagai upaya pemerintah untuk menyetarakan akses layanan kesehatan bagi seluruh peserta.

Dari sisi finansial, BPJS Kesehatan sangat membantu dalam meringankan beban biaya kesehatan. Asrul mencatat bahwa seluruh biaya perawatan, baik rawat jalan maupun rawat inap, sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. “Kalau tidak menggunakan BPJS, kita harus mengeluarkan biaya sendiri dan itu sangat berat. Dengan BPJS, biaya kesehatan saya dan keluarga sangat terbantu,” ujarnya. 

Sebagai peserta BPJS yang rutin menggunakan layanan kesehatan, Asrul merasa sudah memahami manfaat yang ditawarkan oleh program ini. Ia juga berharap bahwa ke depan, BPJS dapat terus meningkatkan kualitas layanannya, khususnya dalam hal kemudahan proses rujukan dan peningkatan kenyamanan bagi pasien rawat inap.

produk kecantikan untuk pria wanita
Wawancara ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari Muhammad Farid Syahreza, Keysha Mumtazah Silalahi, dan Epri Rifdah Nabillah, untuk memenuhi tugas mata kuliah Asuransi dan Jaminan Sosial yang diajarkan oleh Ibu Dr. Hairani Siregar, S.Sos., M.SP., dan Ibu Dra. Berlianti, M.SP.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️