Puluhan masyarakat yang bertempat tinggal di sekitaran Kelurahan Rambung Dalam, melakukan aksi protes di jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki oleh rekanan yang melakukan galian pipa air minum, Senin (3/4).
Aksi ini merupakan kali kedua. Masyarakat melakukan aksi protes dengan menanam pohon di tengah jalan. Mereka gerah dengan kondisi jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki, buntut dari proyek galian pipa air minum.
"Kami mohon kepada Pemko (Binjai) untuk segera melakukan perbaikan jalan ini karena kondisinya sudah cukup parah dan merugikan," ujar Dika, warga sekitar.
Menurut warga, ruas jalan yang menghubungkan Binjai Selatan dengan Binjai Timur tidak begitu rusak sebelum ada proyek galian pipa air minum tersebut. Meski demikian, jalan yang rusak ini memang lajur hilir-mudik Truk bermuatan tambang galian C.
"Aksi protes menanam pohon pisang di tengah jalan karena jalannya rusak dan tidak diperbaiki sampai sekarang oleh Kemen PUPR dan PT Brantas Abipraya maupun Pemko Binjai karena proyek pipa air," ujar warga lainnya yang mengaku bernama Simorangkir.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Binjai Ridho Indah Purnama, menjelaskan, persoalan pohon pisang yang ditanam masyarakat sebagai bentuk aksi protes sudah diketahui Walikota Binjai, Drs H. Amir Hamzah.
"Terkait hal ini, Pak Wali juga sudah menghubungi Kadis," ungkap Ridho saat dikonfirmasi awak media.
Ridho juga mengakui jika pihaknya sudah mengetahui ada aksi protes dari masyarakat dengan menanam pohon pisang di atas jalan yang rusak dan merupakan bekas proyek galian pipa air minum, yang tidak kunjung diperbaiki.
Disoal apakah ada izinnya melakukan galian pipa air minum, Ridho menjawab ada.
"Sudah saya tanya PPK-nya. Mereka bilang sebelum habis kontrak pengerjaan, jalan akan diaspal kembali seperti semula. Mengenai izin, mereka bayar," kata Ridho.
Diakui Ridho Indah Purnama, pengerjaan aspal ulang setelah digali untuk ditanam pipa agaknya sedikit molor. Sebab menurutnya, seharusnya pada Januari 2023 lalu, kontrak mereka sudah berakhir. Namun hingga April 2023, perbaikan pada jalan yang bekas digali proyek pipa air minum ini tak kunjung diperbaiki.
"Orang itu masih ada lagi mau ngetes kebocoran pipa. Setelah dites tidak bocor, baru diaspal lagi sama mereka," serunya.
"Kita pun tidak mau jalan rusak begitu. Yang semula bagus kok jadi rusak karena galian. Sudah banyak jalan kita rusak karena galian mereka. Ini proyek APBN, sampai ke Sei Semayang sana galian pipanya," demikian ungkap Ridho Indah Purnama di akhir ucapannya.