Selasa, 20 Agu 2019 17:49
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Pergerakan Indonesia Gelar Dialog Interaktif Kawal Pilkada Serentak Dalam Bingkai Kebhinekaan

Pergerakan Indonesia Gelar Dialog Interaktif Kawal Pilkada Serentak Dalam Bingkai Kebhinekaan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Kamis, 26 Apr 2018 18:16
Dok
Dialog interaktif nasional di hotel Danau Toba Medan, Kamis (26/4).
Dewan Pengurus Provinsi Pergerakan Indonesia (DPP PI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dalam bingkai kebhinekaan suku, agama, RAS dan antar golongan.

Kegiatan berbentuk dialog interaktif nasional itu dihadiri sejumlah narasumber yakni Ketua DPN Pergerakan Indonesia, Sereida Tambunan, Kepala Departemen Sosiologi Fisip UGM, DR Arie Sujito SSos MSi, Direktur Said Aqil Siroj Intitute yang juga Ketua Komnas HAM 2016-2017, DR M Imdadun Rahmat MSi, Ketua Umum Bakomubin Pusat DR H Ali Muchtar Ngabalin MA dan Tokoh Pemuda Badko HMI Sumut, Ir Muzakir Ridha.

Ketua DPN Pergerakan Indonesia, Sereida Tambunan mengatakan DPN PI mengajak semua peserta dari 70 organisasi yang hadir dalam kegiatan itu untuk mengawal Pilkada Serentak bahkan Pemilu 2019.



"Kita generasi muda ini juga punya cita-cita membangun bangsa, membawanya ke arah yang lebih baik dan bagaimana memerangi hoax. Semua generasi muda harus bertekad untuk mengawal Pilkada dan Pilpres," tegas wanita yang akrab disapa Serw ini, Kamis (26/4/2018)

Sereida juva mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya kaum muda, untuk mengawal seluruh proses demokrasi, guna memberikan pelajaran politik yang baik bagi masyarakat. "Jangan kita yang terpecah belah. Generasi harus bersatu. Ingat, musuh kita yang paling utama adalah koruptor yg menghabiskan duit rakyat. Mari kita perangi bersama" tandasnya.

Sedangkan Muzakir Ridha dalam paparannya menilai demokrasi di Indonesia, khususnya Sumut ini mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Bahkan tidak dipercayai lagi siapapun yang maju untuk dipilih. "Itu berarti ada ketidakpercayaan pada sistem itu. Apalagi kemungkinan besar tidak percaya karena dipilih pun tidak dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena infrastruktur tetap rusak" ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, adanya politik identitas itu maka pihaknya mengajak semua pihak termasuk 70 elemen untuk mengawal bersama Pilkada Serentak Sumut ini.

Pada kesempatannya berbicara di hadapan publik, Ali Muchtar Ngabalin mengatakan moral seorang pemimpin yang santun menjadi modal utama dalam menentukan pilihan. "Peran mubaligh dan tokoh lintas agama dalam mengawal Pilkada ini sangat penting. Jadi Pilkada Sumut ini harus menjadi baromoter Pilkada serentak tahun 2018 di Indonesia" paparnya.

Sedangkan M Imdadun Rahmat berbicara dari perspektif terkait apatisme masyarakat yang sudah tidak lagi merasakan manfaat Pemilu dan Pilkada. "Demokrasi menjalankan dalam mencapai tujuan tapi tidak dirasakan masyarakat. Tidak akan tujuannya tercapai jika sarannya tidak ideal," jelasnya.

Sementara itu, Arie Sujito mengatakan meretas fenomena sosial menghadapi pertarungan kontestasi Pilkada itu juga perlu diperhatikan. "Jangan produksi hoax, makanya itu harus menjadi perhatian bersama bagi kita," ungkapnya.

Dia menegaskan bersihkan politik dari sistem yang bobrok. "Kuncinya harus ada kemauan masa Indonesia merdeka bisa kita lakukan, Pilkada damai dan berkualitas. Generasi muda jangan diwarisi demokrasi yang dangkal. Jujur harus berani untuk diajak bersama. Jangan saat berbuat enggak benar aja diajak bersama-sama," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PI Sumut Ade Sandrawati Purba selaku inisiator kegiatan mengungkapkan, Dialog interaktif ini sengaja digelar dalam rangka menciptakan rasa damai dalam bermasyarakat dan bernegara khususnya kepada masyarakat Sumatera Utara dalam menyongsong Pesta Demokrasi Pilkada Sumatera Utara tahun 2018.

"Untuk itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat baik organisasi kepemudaan, ormas, LSM hingga insan pers untuk turut duduk bersama membahas permasalahan ini, mengingat Pilkada menjadi sebuah ujian bagi kita untuk membuktikan kedewasaan dalam berdemokrasi agar perdamaian bangsa tetap terjaga. Karena jika ini tidak terbukti, Pilkada malah bakal menjadi pemicu hancurnya perdamaian" tandasnya.

Editor: Erickson

T#g:intoleransi
Berita Terkait
  • Senin, 01 Jan 2018 20:41

    Kaleidoskop 2017: Tahun Keprihatinan Beragama

    Tahun 2017 segera akan lewat. Tahun ketiga pemerintahan Joko Widodo yang mulai menunjukkan hasil kerja fisiknya, namun bagi saya dan banyak Muslim lain di negeri ini terasa sebagai tahun yang menyesak

  • Rabu, 31 Mei 2017 21:01

    Panglima TNI Ajak ASN Berperan Aktif Cegah Provokasi SARA

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) berperan aktif dalam mencegah maraknya provokasi dan adu domba di tengah masyarakat. ASN harus bisa mengajak selu

  • Rabu, 24 Mei 2017 04:24

    Ujian-Ujian Kebangsaan. Sejauh Ini Kita Masih Lulus

    Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara yang penduduknya majemuk dari segi suku, bahasa, adat istiadat, budaya dan agama. Saat ini negara Indonesia tengah menghadapi kesulitan di bidan

  • Senin, 22 Mei 2017 16:12

    Siswa SMP Negeri Mengadu ke DPRD karena disebut Kafir

    Siswi SMP Negeri di Yogyakarta mengadu ke DPRD Kota terkait tindakan diskriminasi yang diterimanya di sekolah.

  • Rabu, 12 Apr 2017 19:56

    Hebat, Manado Punya Desa Kerukunan Beragama!

    Panitia penyelenggara Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan Nasional Tahun 2017 Provinsi Sulawesi Utara, hari ini, Rabu (12/04/2017) menetapkan dan mencanangkan Desa/Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, Ko

  • Rabu, 15 Mar 2017 22:07

    Para Pemuja Kekerasan, Berhentilah!

    Oleh Sutrisno Pangaribuan, ST *)Belum lama berselang kita menyaksikan  aksi alat negara melakukan kekerasan terhadap wartawan di sekitar Lanud Soewondo, kita kembali disuguhi berita kekerasan yan

  • Jumat, 20 Jan 2017 14:48

    Semangat Kebersamaan Membangun Desa Sebagai Basis Ketahanan Wilayah

    Kehadiran Program TMMD bukan sekedar menghadirkan bangunan fisik, tetapi  yang lebih penting yaitu terbangunnya semangat gotong royong, meningkatnya kepedulian sosial dan semangat kebersamaan mem

  • Kamis, 12 Jan 2017 07:17

    Nilai-nilai kebhinekaan dalam multikulturalisme dan ancamannya

    Oleh: Iman S *)Indonesia dengan berbagai suku, agama, ras sudah sejak dahulu saling menghormati dan hal itu terbukti dengan lahirnya Sumpah Pemuda, sementara saat ini bangsa Indonesia sedang diuji ked

  • Minggu, 08 Jan 2017 10:02

    Di Medan, Syafii Maarif tegaskan Sekolah yang toleran itu tunas peradaban

    Buya Syafii Maarif bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengunjungi sekolah pembauran Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda dalam rangka peresmian gedung sekolah dan

  • Kamis, 05 Jan 2017 14:59

    3 Tantangan Polri Pada Kasus Intoleransi

    Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan terdapat tiga tantangan terkait kasus intoleransi yang dihadapi Polri saat ini."Terkait dengan kasus intol

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak