Untuk proses rekrutmen calon anggota yang baru, Ombudsman RI melakukan sosialisasi ke daerah, salah satunya Sumatera Utara. Sosialisasi kali ini dilakukan di Ruang Rapat Kenanga, lantai 8 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (24/8).Sekjen ORI, Ani Maharsih langsung hadir sebagai pembicara dalam sosialisasi tersebut. Pihaknya mengatakan saat ini ORI membutuhkan pemimpin yang memiliki kesungguhan dalam upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik.
"Kita butuh pemimpin yang memiliki Integritas dalam peningkatan pelayanan publik," ujarnya kepada seluruh undangan.
Hadir dalam gelaran tersebut, staff ahli hukum Setda Provsu, Ferlin Nainggolan yang mewakili Sekda Provsu yang masih berada di luar kota. Kemudian hadir juga Inspektorat Provsu, Ahmad Fuad.
Dalam sosialisasi tersebut ORI juga menghadirkan salah satu Pansel Calon Anggota ORI, Anis Hidayah. Anis mengatakan dalam umur Ombudsman yang sudah 15 tahun, lembaga ini belum bisa menyaingi popularitas KPK. Hal ini sangat disayangkan.
"Mungkin karena namanya Ombudsman yah, kenapa gak sepopuler KPK," ujarnya sembari bercanda.
Wanita yang sehari hari sebagai aktivis penggiat tenaga kerja asing ini juga menambahkan, "lima tahun kedepan ORI membutuhkan sosok yang memiliki integritas dan komitmen," ujarnya.
Pendaftaran calon anggota sudah dibuka sejak tanggal 6-27 Agustus 2015. Dan kemungkinan besar akan dilakukan perpanjangan pendaftaran melihat sudah berapa banyak yang mendaftar. Pihak Ombudsman RI menginginkan pendaftar kali ini harus lebih banyak dari sebelumnya.
"Sebenarnya sosialisasi secara fisik baru hari ini, tapi sosialisasi lewat media sosial sudah lama, jadi kita sebenarnya juga mengaproach aktivis, akademisi, dan kelompok masyarakat sudah lama, tapi sosialisasi secara formal hari ini, kita berharap pendaftar kali ini bisa lima kali lipat dari periode sebelumnya," jelasnya.
Ombudsman memiliki 7 orang pansel antara lain, Agus Dwiyanto selaku ketua Pansel, Eko Prasodjo, Daniel Tobing, Agus Pambagio, Masdar Farid Mashudi, Zumrotin K. Soesilo, dan Anis Hidayah. Anis mengatakan masyarakat juga bisa mencari tau siapa saja sebenarnya pansel tersebut untuk bisa mendapatkan anggota ORI terbaik.
"Masyarakat bisa mengetahui, karena pansel yang buruk nantinya akan menghasilkan pimpinan yang buruk juga, makanya harus orang terbaik yang dipilih menjadi pansel," ujarnya.
Untuk diketahui, Ombudsman adalah lembaga negara pengawas pelayanan publik. Nama Ombudsman sendiri diambil dari Skandinavia dan dijadikan nama internasional. Ombudsman mengurusi permasalahan pelayanan publik yang biasa disebut mal-administrasi. Saat ini ORI sedang bergiat dalam mengawasi pelayanan publik. Ini termasuk dalam nawacita Presiden Jokowi. (rls)