"MUI Deli Serdang sangat menyayangkan viralnya ungkapan tersebut dan berharap yang berwajib untuk bisa tegas dalam tata aturan pelanggaran ITE yang akhirnya memicu terhadap pelanggaran yang lain," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jum'at (7/1).
Dalam akun Twitternya @FerdinandHaean3, Ferdinand sempat mencuit "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela".
Cuitan itu kini telah dihapus di sosial media Twitternya.
Pria yang juga merupakan Ketua Rais Syuriah PC NU Deli Serdang itu menambahkan, "Berkenaan dengan Ulama di Deli Serdang menanggapi hal ini saya yakin cukup dewasa, arif dan bijaksana serta senantiasa istiqomah menjalankan dakwahnya secara santun untuk islam yang rahmatan lil alamin."
Beberapa kemungkinan munculnya retorika saling mendistorsi Tuhan sesembahan umat dan kaum tertentu, katanya, karena hakekatnya bagi kita yang muslim belum tersentuh ranah pemahanan Ayat 108 Surat Al An'am yang intinya tak boleh kita menghina mengolok olok dan mencaci sesembahan orang lain.
"Maka kali ini munculnya retorika Allahmu lemah kemungkinan besar tekanan dari Allahnya yang senantiasa terhujat oleh kelompok yang lain." tegasnya.
"Semoga keberagaman dan keberagamaan kita senantiasa mendapat porsi perhatian yang besar untuk bisa saling menundukkan egosentris dan menjadi bangsa yang besar dengan saling menghormati sesama manusia." ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Deli Serdang, H. Ibnu Hajar S.Sos, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat Whatsapp, Senin, (10/1) mengatakan, "Kenapa harus menghina keyakinan orang lain, ayolah mari kita hidup dengan rukun, dengan tidak mengeluarkan statemen atau apapun yang menyinggung keyakinan orang lain."
"Bagi Islam jelas Lakum Dinukum Waliyadin, bagimu agamamu dan bagi kami agama kami. Sebagai ketua PD Muhammadiyah Deli Serdang tetap mendukung apa yang menjadi atensi PP Muhammadiyah pusat. Jangan sampailah kabupaten Deli Serdang, Kabupaten yang multi etnis dirusak oleh ujaran kebencian oknum-oknum yang tidak menginginkan kerukunan." ujarnya.
"Selama ini kami di Deli Serdang dari lintas agama selalu berkomunikasi dan berkoordinasi untuk menciptakan kerukunan, bahwa kita semua adalah ciptaan Tuhan. Soal proses hukum kita serahkam ke Polri, yang di bawah kepemimpinan Jendral Listyo tentu akan profesional dalam menangani kasus ini", pungkasnya.