Jumat, 22 Mei 2026
Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang Mengenal Kalam Allah
Tebing Tinggi (utamanews.com)
Oleh: Athar Rabu, 09 Sep 2020 09:29
Keterbatasan Fisik Bukan Penghalang Mengenal Kalam Allah
Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Rabiatul Adawiyah untuk mengenal dan mengeja kalam Allah. Melalui metode hafalan, wanita asal Mandailing Natal tersebut mulai belajar membaca Quran di usia 20 tahun.

Bukan main, kini di usianya yang menginjak ke-27 tahun, ia telah hafal 20 juz Quran dan ikut unjuk kebolehan pada Cabang Seni Baca Quran, Golongan Tilawah Cacat Netra (Canet), MTQ ke-37 Sumut di Tebing Tinggi.
Bertanding di Gedung Balai Kartini Lama, Jalan Imam Bonjol Tebingtinggi, Rabiatul didamping pelatihnya yang akrab ia panggil dengan sebutan Ummi. Ummi menjadi tumpuan yang memandunya saat berjalan, sekaligus penyemangat Rabiatul selama bertanding.

Dijelaskan Ummi, yang memiliki nama lengkap Samriyah Rangkuti, metode belajar ia yang terapkan untuk Rabiatul ialah dengan memperdengarkan murattal, kemudian dihafalkan, dan perlahan-lahan mulai memakai irama. "Bacaan Quran saya rekam, dia hafal, kemudian kita koreksi dan perbaiki hafalannya. Huruf demi huruf kita koreksi pelafazannya, tajwid, dan iramanya," jelas Samriyah, Rabu (9/9).

Sejauh ini, Rabiatul telah meraih juara Harapan III di MTQ tingkat provinsi di Binjai 2014 dan Harapan II di MTQ tingkat provinsi di Dairi.

Terpaut umur yang jauh dengan Rabiatul, Roslaini berusia 46 tahun asal Dairi juga tak kalah semangat bersaing di MTQ. Dengan motivasi menjadi Qariah terbaik dan cinta membaca Quran, jadi alasan utama Roslaini untuk tetap aktif mengikuti perlombaan di usianya yang terbilang memasuki masa tua.

"Saya memang sejak usia sekolah sudah suka ikut lomba begini. Metode belajar saya meraba lewat Quran braille dan juga metode hafalan. Kalau tidak ada kegiatan, sehari-harinya saya isi dengan baca Quran. Saya kepingin bisa nanti berkompetisi tingkat nasional, sebelumnya masih provinsi," cerita Roslaini yang juga datang bersama suaminya peserta lomba.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sebelumnya, Ketua Dewan Hakim Golongan Tilawah Canet H Gamal Abdul Nasir Lubis menjelaskan bahwa penampilan Golongan Canet memiliki kekhususan dengan menggunakan isyarat bel. Isyarat lampu yang biasa digunakan dalam perlombaan MTQ diganti dengan bunyi bel pertama memulai bacaan, bel kedua bersiap mengakhiri bacaan, dan bel ketiga mengakhiri bacaan.

"Karena sistem penampilan mereka hafalan, jadi dominan para peserta Canet ini berfokus pada lagu. Ada dua pilhan untuk tampil, rata-rata yang tampil hari ini lebih banyak memilih hafalan, dibandingkan meraba Quran braille," terang Gamal.

Untuk kualitas bacaan, Gamal menyebut golongan Canet juga tidak kalah hebat. "Kita patut apresiasi, semangat mereka tidak surut dengan keterbatasan yang dimiliki. Ini menjadi momen refleksi bagi kita, malu kalau kita dengan penglihatan yang sehat tapi tidak mau baca Quran," katanya mengingatkan.
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later