Kapolri beri semangat masyarakat terdampak erupsi gunung Sinabung
Kabanjahe (utamanews.com)
Oleh: Dian
Kamis, 24 Agu 2017 19:14
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Kabanjahe, Kamis (24/8).
Dalam sambutan, pesan serta harapan pada masyarakat pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa dirinya mempunyai kesan yang mendalam pada masyarakat Karo, karena warganya memiliki peradaban tinggi.
"Salah satu ciri peradaban tinggi diawali dengan salam atau greeting dan diakhiri dengan ucapan Bujur Melala atau terima kasih. Greeting ini tidak dimilki semua daerah. Warga disini adalah masyarakat yang bisa memberikan penghargaan dan terima kasih kepada orang lain", ujar Kapolri di lapangan Samura Kabanjahe Kab. Karo, Kamis (24/8/2017).
Di hadapan ribuan pengunjung yang memanfaatkan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh Polri itu, Tito menyatakan bahwa kehadirannya dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kegiatan bakti sosial ini.
"Yang kedua, ada masalah penting untuk diselesaikan, terkait pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung yang sudah berlangsung tujuh tahun dan sampai saat ini belum berakhir," tambahnya.
Menurut mantan Kapolda Papua ini, pada prinsipnya, Polri hanya membantu pemerintah melalui dialog untuk mencairkan kebekuan.
"Saya yakin sudah banyak pihak yang melakukan kegiatan seperti ini. Namun tujuan saya melakukan kegiatan ini yang pertama ingin memberikan simbol bahwa pimpinan Polri punya kepedulian terhadap masalah Sinabung. Selain itu memberikan pesan kepada Kepolisian bahwa upaya langkah-langkah persuasif harus dilakukan dibanding upaya upaya represif," tukasnya.
Jika diintensifkan, kegiatan-kegiatan persuasif pada masyarakat akan bergema lebih luas dibanding upaya-upaya penegakan hukum.
"Pesan saya kepada bapak ibu pengungsi Sinabung, ada pepatah mengatakan 'setiap awan yang gelap pasti memiliki garis yang terang seperti perak. Artinya, segala sesuatu, seburuk apapun juga, pasti ada hikmahnya. Maka, ketika hidup kita diberikan suatu masalah, jadikanlah dia peluang menjadi sesuatu yang baik," ujar Kapolri.
Terkait meletusnya gunung Sinabung ini, katanya, hendaknya dimaknai bahwa kita diberikan masalah oleh Tuhan yang pasti ada hikmahnya. Bangsa yang kuat justru masyarakat yang banyak dapat benturan-benturan, baik benturan karena alam maupun benturan karena perbuatan manusia. Contohnya bangsa Israel yang dulu dikejar-kejar, bangsa Eropa yang menghadapi masalah cuaca, Hongkong pulau tandus batu karang, Singapore negara yang tidak memiliki apa apa. Alam dan lingkungan yang membuat Singapore survive.
"Maka poin terpenting erupsi gunung Sinabung ini kita ambil sebagai peluang, bukan sebagai masalah. Erupsi Sinabung dimaknai sebagai keberuntungan yg diberikan oleh Maha Kuasa kepada tanah Karo, karena Tuhan memberikan tekanan untuk kita bisa bangkit. Peristiwa meledaknya Sinabung ini harus dijadikan peluang karena ada tekanan, spiritnya harus dari dalam membuat kita bangkit sendiri. Warga tanah Karo hanya bisa bangkit dari diri sendiri, itu poin terpenting. Jangan sampai terjadi bantuan yang diberikan ini menjadikan kita menjadi manja. Bantuan seperti ini hanya trigger untuk memancing saja supaya masyarakat tanah karo merasa tidak ditinggalkan oleh pemerintah termasuk Polri," ungkapnya.
Kapolri berharap masyarakat Karo bangkit secara mandiri, dibantu pemerintah.