Dalam rangka mengkampanyekan akses air minum, sanitasi, perilaku higiene (WASH) dan pengelolaan sumber daya air (WRM) kepada masyarakat, USAID IUWASH bekerjasama dengan Dinas Kominfo Kota Binjai, menggelar Workshop Influencer dan Penyedia Konten, yang digelar di Cambridge Hotel Medan, Rabu (6/3).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Binjai, Sofyan Syahputra Siregar S.STP, M.AP, yang dalam hal ini bertindak sebagai narasumber mengatakan bahwa akses sanitasi yang buruk masih menjadi permasalahan di Indonesia.
Adapun salah satu kendalanya menurut Sofyan yaitu masih kurangnya pemahaman masyarakat akan informasi tentang sanitasi aman.
Sofyan menjelaskan, untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan strategi komunikasi agar seluruh lapisan masyarakat menerima informasi yang akan disampaikan.
"Salah satu faktor yang mendasari keberhasilan publikasi informasi melalui media sosial adalah dengan menggunakan influencer. Peran influencer mampu mempengaruhi perilaku dan pendapat pengikutnya, sehingga informasi yang ingin kita sampaikan akan lebih diterima oleh masyarakat." ucapnya.
Seorang influencer, sebut Sofyan Syahputra Siregar, harus mampu menyajikan konten menarik sehingga masyarakat tertarik untuk melihatnya.
"Sebagai influencer, kita harus mampu membuat konten-konten yang dikemas secara menarik, agar masyarakat sadar bahkan terlibat secara langsung dalam upaya peningkatan akses air minum, sanitasi aman, serta pengelolaan sumber daya air," demikian ucap Kadis Kominfo Binjai.