Sabtu, 15 Mei 2021 09:07
  • Home
  • Sosial Budaya
  • KSPM Pematangsiantar Gelar Diskusi Publik Terkait Masa Depan Pendidikan di Era Kehidupan Baru

Peringati Hari Pendidikan Nasional,

KSPM Pematangsiantar Gelar Diskusi Publik Terkait Masa Depan Pendidikan di Era Kehidupan Baru

Pematang Siantar (utamanews.com)
Oleh: Sam
Senin, 03 Mei 2021 09:33
Istimewa
Kelompok Studi Pendidikan Merdeka (KSPM) melaksanakan sebuah kegiatan dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, yakni diskusi publik dengan mengusung tema "Masa Depan Pendidikan di Era Kehidupan Baru."

Acara ini menjadi sebuah momen di mana pemuda Kota Pematangsiantar dapat menerima berbagai paparan dari para pemantik diskusi serta mengajukan pertanyaan terkait keresahan dari mahasiswa dan mereka yang juga menjadi seorang pendidik dalam les privat hingga hal yang mereka rasakan dalam sistem pembelajaran kampus saat ini.


Acara yang dilaksanakan pada Minggu, 2 Mei 2021 ini mengundang 6 orang pemantik dan 1 penanggap dengan pandangan menarik yang berbeda-beda. Pemantik pertama adalah Drs. Daniel H Siregar dari Satgas Covid-19 kota Pematangsiantar.

Beliau memaparkan terkait tingkat penyebaran Covid-19 yang masih belum kunjung menurun sehingga untuk membuka kembali sekolah tatap muka masih butuh banyak pertimbangan, tetapi sudah ada simulasi sekolah tatap muka berskala yang dilakukan oleh beberapa sekolah.

Pemantik kedua adalah Binsar T Gultom, S.Pd., M.Sc dari Akademisi yang juga dosen di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, kali ini pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator terkait "pembelajaran online yang masih berjalan sampai saat ini, apakah dari akademisi sendiri punya kajian terkait metode baru atau masih harus diperpanjang kembali?".


Beliau juga berpendapat bahwa hal ini telah dicoba untuk dikaji terkait berbagai metode, dan di kampus UHNP itu sendiri telah melaksanakan tatap muka bagi mahasiswa semester VI (enam) dalam mata kuliah Microteaching dan juga dalam setiap kelas hanya diperbolehkan 15 orang per pertemuan.

Selanjutnya beralih dari hal ini pemantik ketiga, yaitu Suhanto Pakpahan, S.E., M.Han dari DPRD Komisi II Kota Pematangsiantar, berpandangan bahwa hal ini sudah lama dibicarakan dengan pihak pemerintah maupun Dinas Pendidikan tentang bagaimana pembelajaran yang lebih efektif lagi ke depannya.

Pemantik keempat adalah seorang tenaga pendidik di SD Panei Tongah dan sehari-hari telah melaksanakan kegiatan pulang-pergi Siantar-Simalungun untuk memberikan pembelajaran pada anak didiknya, Francius Sipayung.

Ia menjalankan beberapa metode mengajar survive langsung bertemu dengan anak muridnya serta memberikan banyak hal di luar pembelajaran hard skill, yaitu pendidikan bagaimana karakter anak harus lebih baik. Dan harapannya ke depan guru dapat lebih meningkatkan inovasi dalam melakukan berbagai metode dalam memberikan pembelajaran bagi anak didiknya.


Pemantik Kelima adalah May Luther Dewanto Sinaga, S.Th., Mahasiswa Pascasarjana di salah satu kampus di Pematangsiantar, juga pengusaha muda (owner Aura Madu), yang berbicara mewakili Pemuda.

Beliau menyampaikan terkait banyaknya keresahan tentang banyaknya kejanggalan dari sistem pendidikan yang masih tidak jelas, seperti mengapa pasar atau mall buka, tetapi sekolah tutup.

Pemantik Keenam kali ini merupakan Plt. Kadis Pendidikan, yakni Rosmayana Marpaung,S.Pd., M.M, beliau juga memberikan paparan terkait pertanyaan daripada bung May Luther tentang kebijakan dari pemerintah, khususnya pendidikan. "Pemerintah telah memberikan beberapa modul terkait pendampingan kepada orang tua yang saat ini menjadi penanggung jawab pendidikan anak lebih besar dari guru, dan juga sudah ada terobosan terhadap yang kurang mampu, yakni dana bos dan pembangunan infrastruktur untuk mengatasi pekerja yang non-job juga", katanya.


Penanggap dalam diskusi publik ini adalah Kristian Silitonga, S.H., yang merupakan seorang pengamat semesta dan bukan lagi pada sektor pendidikan. Beliau berpesan bahwa pandemi saat ini sudah memasuki pertengahan kehidupan baru, dan untuk masalah yang seperti ini perlunya cara-cara baru dan bukan menggunakan pemikiran lama.

Akhir acara ditutup oleh moderator, yaitu koordinator Kelompok Studi Pendidikan Merdeka (KSPM). Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terkhusus kepada pemuda dalam mengabdikan diri untuk lebih peduli terhadap kualitas pendidikan yang saat ini mengalami degradasi.

Sebagai informasi, kegiatan ini disponsori oleh Aura Madu (Madu Hitam Manis Asli Riau).
Editor: Bungaran Saragih

T#g:HardiknasKSPM
Berita Terkait
  • Minggu, 02 Mei 2021 23:02

    Pemkab Sergai Ikuti Upacara Hardiknas dan Serahkan Beasiswa Pendidikan

    Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini, Minggu (02/05/2021), diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dengan mengikuti upacara secara virtual di Aula Sulta

  • Sabtu, 02 Mei 2020 13:52

    Hardiknas, Pemuda Deli Serdang: Struktur Masyarakat dan Sistem Pendidikan Bisa Menjadi Lebih Baik

    Pengusaha muda yang juga aktif di bidang sosial dan politik, serta salah satu ketua yayasan yang ada di Sumatera Utara menyelenggarakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) secara virtual guna mematuhi protokol kesehatan, Sabtu (2/5/2

  • Jumat, 03 Mei 2019 05:03

    Dandim 0824/Jember Harapkan Kualitas Pendidikan Untuk Kejayaan Generasi Bangsa

    Setiap tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, seperti halnya yang dilakukan di Alun Alun Jember pada Kamis (02/05/2019) pagi, dilaksanakan Upacara Bendera Memperingati Hari

  • Rabu, 02 Mei 2018 19:52

    Hardiknas: Antara Ekspektasi dan Realita

    Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia seolah tidak ada habisnya.

  • Rabu, 02 Mei 2018 19:42

    Dandim 0824 Hadiri Upacara Peringatan Hardiknas dan Hari Otonomi Daerah

    Wakil Bupati Jember Drs A Muqid Arif, Dandim 0824 Letkol Inf Arif Munawar,  Komandan Satuan TNI Se-Kabupaten Jember, Sekretaris Daerah Ir Mirvano, para kepala Organisasi Pemerintah Daerah Jajaran

  • Rabu, 02 Mei 2018 20:22

    Isu SARA Itu Pemecah Belah, Bertentangan dengan Agama

    Isu Suku, Agama, Ras Antargolongan (SARA) yang dilemparkan ke publik oleh sejumlah pihak tidak akan mampu memecah belah warga Sumatera Utara (Sumut). Terlebih saat mendekati momen kontestasi Pemilihan

  • Rabu, 02 Mei 2018 17:22

    Peringatan Hardiknas 2018 di Tebing Tinggi

    Para pelajar Tebing Tinggi hebat, Tebing Tinggi hebat dan terimakasih buat semua pelajar Tebing Tinggi dan semua guru-guru yang telah memperlihatkan prestasi-prestasinya, tidak terlibat narkoba dan pr

  • Rabu, 02 Mei 2018 16:22

    Hardiknas 2018, Sihar Sitorus: Kualitas Pendidikan Sumut Harus Meningkat

    Cawagub Sumatera Utara Sihar Sitorus menilai, perlu adanya progres cepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi ini. Persoalan sarana dan prasarana pendidikan hingga gaji guru, kiranya tak

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak