Jumat, 22 Mei 2026
Ini Penjelasan Pucuk Pimpinan HKBP Terkait Penundaan Sinode Godang Ke-65
Taput (utamanews.com)
Oleh: W. Simanungkalit Kamis, 08 Okt 2020 07:18
Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing
Istimewa

Ephorus Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing

Kantor pusat HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) di Pearaja Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), provinsi Sumut, pada Selasa (6/10), menggelar temu pers terkait penundaan SG (Sinode Godang).

Lembaga HKBP yang berusia ke-159 tahun pada 7 Oktober 2020 ini, sudah banyak memberikan pengaruh kepada tatanan dan peradaban khususnya di orang 'Batak', dan Gereja HKBP juga sering disebut orang, gereja etnis terbesar di Asia Tenggara.
Pada pertemuan yang digelar di ruang kerja Ephorus, hadir beberapa media di Taput.  Hadir juga pucuk pimpinan HKBP 'Ompu' Ephorus Pdt.Dr.Darwin Lumbantobing, didampingi Kepala Biro Jemaat Pdt. Ebsan Hutabarat, M.Th dan Kepala Biro Informasi Pdt. Arthur Lumbantobing, M.Th.


"Penundaan SG ini didasari saran dan masukan dari beberapa elemen masyarakat, Pendeta, Praeses dan rapat pimpinan (Rapim) HKBP. Keputusan penundaan ini disebabkan Taput merupakan zona merah diakibatkan penyebaran pandemik Covid-19. Padahal, para peserta sinode kalau digenapi sekitar 1.200 orang, memiliki sanak famili di sekitar Tapanuli Raya. Sehingga, hal ini akan berpotensi menjadi kluster baru penyebaran pandemik Covid-19", ungkapnya.

"Jadi, keputusan Ephorus lah untuk Sinode Godang, bukanlah Rapim. Saya hanya membuat pemberitahuan kepada Rapim", jelas Ephorus.

Dalam konferensi pers tersebut, penjelasan penundaan ini diawali Ephorus, dengan bercerita sejarah tentang produk aturan dan peraturan (a/p) di Gereja HKBP. Diantaranya, menjelaskan pucuk pimpinan HKBP mampu mengambil keputusan ketika terjadi suatu yang mungkin membahayakan umat, dan penundaan waktu (force majore), merupakan suatu hal yang terbaik.

produk kecantikan untuk pria wanita
Pada a/p HKBP dirumuskan 1 kali dalam 10 tahun, mulai tahun 1972-1982, 1982-1992, 1992-2002. Amademen 1,2 dan 3 ini masih berlaku. Kemudian, sebagai Pucuk Pimpinan Dr. Darwin Lumbantobing menerangkan bahwa Ephorus telah melakukan tugasnya dengan penuh rasa tanggungjawab.

"Dulunya, pada tahun 1972 HKBP membuat aturan dan peraturan untuk sekali sepuluh tahun. Dan, pimpinan pada saat itu Ephorus dan Sekjen, sehingga berpotensi dualisme. Dan hal ini sudah beberapa kali di-amandemenkan. Saat sekarang ada 5 orang sebagai Rapim, yaitu Ephorus, Sekjen, dan ketiga kepala departemen (koinonia, diakonia dan marturia). Sifatnya ini bukan kolegial kepemimpinan di HKBP. Namun, bersifat seperti satu batu tertindih batu lainnya, begitulah skematisnya", kata Ephorus menjelaskan.

Lebih lanjut dijelaskan, dan penundaan ini telah di sampaikan pada Rapim pada 9 September 2020. Adapun beberapa gerakan memberikan aspirasi kepada pucuk pimpinan HKBP, Ephorus menerangkan bahwa Sinode Godang merupakan salah satu tugas Ephorus sebagai pimpinan HKBP.

"Sebutan Dimisioner dan karateker tidak ada dalam aturan dan peraturan di HKBP. Karena, periodisasi dikatakan 1 kali 4 tahun, tidak ada disebut bulan, hari dan jam. Tetapi dari tahun ke tahun. Juga Sinode Godang Istimewa, jika tidak ditentukan Ephorus, itu tidak akan terjadi. Karena hanya saya yang bisa menentukan Sinode Godang Istimewa dan itu tidak akan kulakukan karena Pandemik Covid-19 ini," terang Dr. Darwin.
iklan peninggi badan

Mengakhiri penjelasannya, Ephorus menyebutkan bahwa pada Sinode Godang Distrik hanya memilih Majelis Pekerja Sinode (MPS), peserta sinode dan calon pareses. 

"Belum ada calon Ephorus di Sinode distrik yang diadakan baru-baru ini. Itu akan terlihat pada Sinode Godang bulan Desember 2020 ini, pada pemilihan Ephorus, Sekjen dan ketiga kepala departemen, juga pemilihan praeses", pungkasnya.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later