Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar-Simalungun bersama dengan Komite Nasional Lutheran World Federation (KNLWF) mengadakan penandatangan nota kesepahaman (MoU) di kantor KNLWF, di Pematang Siantar, Kamis, tanggal 18 Agustus 2022.
GMKI adalah organisasi kemahasiswaan yang beranggotakan dari mahasiswa kristen yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam perjalanan organisasi, GMKI memiliki tiga medan pelayanan yaitu Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat.
Untuk mengembangkan pelayanan GMKI di tengah-tengah gereja maka GMKI perlu memiliki mitra yang dapat mengoptimalkan setiap pelayanan yang dilakukan. Melalui moment ini, GMKI dengan KNLWF menjalin kolaborasi untuk sebuah tujuan yang sama.
Federasi Lutheran se-Dunia yang dikenal juga dengan nama Lutheran World Federation (LWF) adalah sebuah persekutuan yang terdiri dari gereja-gereja Kristen yang berkembang dari tradisi Lutheran. Lembaga ini didirikan pada 1947 di Lund, Swedia, dan kini mempunyai sekitar 140 gereja anggota yang tersebar di 78 negara di seluruh dunia, dan mewakili hampir 66 juta orang Kristen dari 69,5 juta Lutheran sedunia, dan LWF memiliki perwakilan di Indonesia yang kita kenal dengan Komite Nasional Lutheran World Federation (KNLWF).
Juwita Panjaitan, Ketua GMKI Pematangsiantar- Simalungun menyampaikan, "MoU dengan KNLWF ini merupakan hal yang sangat baik bagi GMKI PSS."
"Karena kami pastinya akan lebih optimal dalam melakukan pelayanan di tengah medan pelayanan gereja, dan juga ini bisa menjadi awal kolaborasi GMKI dan KNLWF dalam mewujudkan visi misi kedua organisasi di tengah-tengah medan pelayanannya," ujar Juwita, Jumat (19/8).
Sementara itu Pdt. Dedi Pardosi, Direktur KNLWF di tempat terpisah mengatakan, "Kami sangat senang dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini, karena kami meyakini pandangan tentang pentingnya mensinergikan tugas, fungsi, dan visi organisasi kristen dalam pelayanannya."
"Untuk itulah kolaborasi ini dinyatakan oleh KNLWF dan GMKI PSS sebagai dasar untuk saling menopang pelayanan, khususnya pada ruang lingkup pemuda Kristen di kota Pematang Siantar dan kabupaten Simalungun," ujar Dedi.
Dijelaskannya, MoU ini akan diwujudnyatakan dalam ruang pemberdayaan dan penguatan kapasitas pemuda dan mahasiswa Kristen dalam bidang teologi, kepemimpinan, oikumene.
"Termasuk dalam peningkatan wawasan, keterampilan, isu hak asasi, lingkungan dan pengembangan kelembagaan." lanjut Dedi.