Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Binjai, menggandeng Yayasan Medan Plus dalam rangka menggelar kegiatan Family Support Group (FSG) Rabu (12/7).
Digelarnya kegiatan Family Support Group tersebut sebagai salah satu upaya untuk membebaskan Warga Binaan residen rehabilitasi terlepas dari ketergantungan narkoba.
Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas llA Binjai, Theo Adrianus, Fmily Support Group merupakan pertemuan seluruh anggota keluarga dalam bentuk memahami masalah, menerima kenyataan, mengakui, mengerti dan mendorong penyalahgunaan untuk mengikuti program pemulihan.
"Tidak hanya itu, Family Support Group juga mengajarkan keluarga untuk dapat memahami, mengerti, mengakui dan menerima anak apa adanya, sehingga orang tua atau keluarga tahu bagaimana mereka bersikap terhadap anaknya," ungkap Theo, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (13/7).
Di hadapan keluarga residen rehabilitasi yang hadir pada kegiatan Family Support Group tersebut, Kalapas Binjai juga menegaskan, peran aktif dan dukungan keluarga menjadi peran besar dan sangat dibutuhkan bagi residen rehabilitasi untuk pulih dari keadaan adiktif menjadi pribadi yang lebih baik.
“Tentunya peran keluarga sangat besar dalam pemulihan dari ketergantungan narkoba. Oleh karena itu tetap jaga komunikasi, terus beri support, karena berada di sini bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari segalanya. Rutinlah berkomunikasi dan berkunjung, kedatangan Bapak dan Ibu di sini merupakan kebahagiaan bagi Warga Binaan,” ucap Kalapas.
Diketahui, sebanyak 110 Warga Binaan Lapas Binjai menjadi residen program rehabilitasi medis dan sosial serta mengharuskan mereka mengikuti keseluruhan program selama satu semester atau enam bulan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, kelompok pendukung keluarga significant other's atau orang orang terdekat mendukung satu sama lain dalam menghadapi masalah adiksi yang terdiri dari keluarga inti, keluarga sekunder, dan sosial inti.
Sedangkan pemateri pada kegiatan FSG ini memaparkan berbagai hal mengenai codependency yang relevan dengan kondisi mereka saat ini, dimana keluarga mereka sedang mengalami permasalahan berhubungan dengan penyalahgunaan narkoba.