Jumat, 22 Mei 2026
Dinilai Janggal, Alasan Kebakaran PLTU Labuhan Angin Diminta Dikaji Ulang
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Selasa, 03 Jun 2025 17:07
DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, terima perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan yang unjuk rasa di depan gedung DPRD Tapteng, dan Kebakaran di PLTU Labuhan Angin.
Istimewa

DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, terima perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan yang unjuk rasa di depan gedung DPRD Tapteng, dan Kebakaran di PLTU Labuhan Angin.

Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng), Jalan Raja Junjungan Lubis, Kecamatan Pandan, Senin (2/6/2025). 

Hal ini sehubungan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di PLTU Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, pada Kamis 8 Mei 2025 lalu.

Dalam tuntutannya, mereka meminta Manager PT PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin dicopot. Mereka juga meminta periksa secara hukum dan juga secara eksternal penyebab kebakaran secara menyeluruh, serta periksa vendor yang terlibat dalam pemeliharaan.

Anggota DPRD Tapteng, dari fraksi Partai Gerindra, Madayansyah Tambunan, MPd, membenarkan adanya aksi tersebut.
"Benar, kemarin massa berdemo ke Kantor DPRD Tapteng, karena adanya kecurigaan kejanggalan terhadap insiden kebakaran beberapa waktu lalu," kata Madayan kepada wartawan, Selasa (3/6/2025).

Menurut Madayan, beberapa hal kejanggalan penyebab kebakaran seperti, dugaan kebakaran disebabkan karena turbin yang overspeed.

"Selain dugaan adanya overspeed, ada juga dugaan kelalaian operator didalam pengoperasiannya, padahal kebakaran terjadi saat pengerjaan overhaul turbin baru selesai dilaksanakan, ini kita patut duga, vendor yang mengerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi," ujarnya.

Untuk itu, kata Madayan pihak DPRD Tapteng nantinya akan melanjutkan tuntutan ini ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar jelas duduk persoalannya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sementara itu, Anggota DPRD Tapteng dari fraksi NasDem, Antonius Hutabarat SP, menyoroti sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PLTU Labuhan Angin.

"Sistem K3 di PLTU Labuan Angin dinilai bobrok, dan harus kita soroti juga, karena banyak juga masyarakat Tapteng yang nyawanya terancam disana. Ini semua karena kejadian beruntun mulai dari dugaan kecelakaan kerja yang mengakibatkan Kematian, sampai terbakarnya turbin PLTU, yang katanya disebabkan petir, sementara perusahaan negara sekelas Indonesia Power tidak memperhatikan alat anti petir, itu aneh dan patut kita pertanyakan," ungkapnya.

Ketua Komisi A DPRD Tapteng berharap, pihak Asuransi yang ingin mengklaim kebakaran ini agar mengkaji ulang kembali kebijakan mereka, sehingga tidak ada terjadi persoalan kedepannya.

iklan peninggi badan
Anggota DPRD Tapteng lainnya, Joko Pranata Situmeang SH., MH., menyebutkan bahwa alasan yang tidak komperhensip dibuat untuk mencairkan klaim asuransi.

"Kita menduga ada upaya unsur kesengajaan dan kelalaian di PLTU, hingga mengakibatkan kerugian ratusan milliar rupiah. Makanya sebelum ini terang, kita minta pihak asuransi untuk mengkaji ulang jika ada niat mencairkan klaimnya, agar tidak menjadi persoalan kedepannya," tutur Politisi berlatar belakang pengacara tersebut.

Seperti diketahui, peristiwa kebakaran yang terjadi di PLTU Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, pada Kamis 8 Mei 2025 lalu.

Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power, Agung Siswanto mengatakan, penyebab kebakaran di PLTU Labuhan Angin disinyalir akibat sambaran petir dengan intensitas tinggi yang memicu ledakan lokal di salah satu bagian fasilitas.

"Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Seluruh personel yang bertugas dalam keadaan selamat, dan prosedur tanggap darurat telah dijalankan dengan cepat dan tepat," kata Agung.

Kendati demikian, banyak komentar warganet yang meragukan petir sebagai penyebab kebakaran di PLTU Labuhan Angin.

"Gak logika, ini pasti percikan arus pendek listrik, mustahil didalam gedung petir masuk, coba konfirmasi Bongot Sinaga, dia yang ahli dalam menjamin kelengkapan operasional berjalan dengan baik di unit PLTU Labuhan Angin. Sekelas PLTU bisa terjadi hal seperti ini sangat diragukan kinerja seorang Bongot Sinaga selaku kepala operasional dan perlengkapan," ujar akun Pro Kontra.

Warganet lainnya, pemilik akun Marubamora, juga meragukan penyebab kebarakan akibat disambar petir.

"PLTU Labuan Angin sistim grounding-nya standard terbaik, tidak mungkin disambar petir," tulisnya.

Demikian halnya dengan pemilik akun alinnya, yakni Bizmar Nadangol Hutagalung.

"Besar kemungkinan dari batu bara," ujarnya.

Anggiat Par Tambunan, pemilik akun lainnya, juga mempertanyakan hal tersebut.

"Kapan petir pada Kamis (8/05) malam, cuman hujan," katanya.

Bahkan ada warganet yang memberikan komentar, seakan-akan ia mewakili petir yang terkesan dijadikan kambing hitam.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later