Aliansi Umat Islam Labuhanbatu Kecam Pembakaran Bendera Tauhid oleh Oknum Banser Garut
Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi
Jumat, 26 Okt 2018 18:27
Ribuan kelompok massa yang tergabung dalam AL-UOIS dan Aliansi Pemersatu Pemuda Islam (APPI) berunjuk rasa damai, di Bundaran Simpang Enam Rantauparapat, Jum'at (26/10) sore.
Masyarakat dalam hal ini sangat mengecam oknum pelaku pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh anggota Banser Garut, Jawa Barat.
Dalam orasinya, Ustad Jaharuddin mengatakan bahwa dirinya mengecam keras terhadap para pelaku yang melecehkan agama Islam.
Sebab, kata dia, kalimat tauhid merupakan simbol dari agama Islam yang ada di seluruh dunia. Selain itu, bendera yang bertuliskan kalimat kalimat tauhid yang merupakan benderanya Rasulullah SAW.
"Mereka telah menghina Rasulullah SAW, karena bendera dengan kalimat tauhid itu merupakan benderanya Rasulullah SAW, kami sangat tersakiti oleh oknum yang telah membakar simbol tersebut," cetusnya dari atas mobil.
Kami berdoa kepada Allah SWT, agar pelaku pembakaran bendera tauhid tersebut cepat ditangkap oleh pihak yang berwajib, dan diberi hukuman yang berlaku di Negara ini.
Selain itu, mereka juga membagikan selebaran kertas yang berisikan pernyataan sikap di antaranya, mengutuk pelaku pembakaran bendera tauhid.
Menuntut aparat penegak hukum agar menangkap kembali pelaku pembakar bendera berkalimatkan tauhid dengan tidak membawa atribut kalimat tauhid.
Kemudian, menuntut pemerintah untuk membubarkan BANSER dan menghentikan segala aktivitasnya karena telah menimbulkan keresahan dan perpecahan sebagaimana yang tertuang dalam PERPPU ORMAS No. 2 tahun 2017
Wakapolres Labuhanbatu Kompol Anggoro Wicaksono SIK menyampaikan, "Kami aparat kepolisian mengucapkan terima kasih acara ini aman lancar. Kita kaum muslimin harus bijak dalam menyikapi masalah ini jangan mau kita ummat Islam terpecah belah."
Sementara di tempat terpisah, Ustad Rendy selaku Pimpinan/pengurus AL Uois, mengatakan, "Kami tegaskan agar aparat hukum segera menindak pelaku pembakar kalimat tauhid tersebut, karena itu kalimat berlafazkan kalam Allah yang mana hidup dan matinya, kami selaku umat Islam karena Allah diiringi kalimat laillahailallah, yang artinya tiada tuhan selain Allah," terangnya ke awak media.