Senin, 16 Sep 2019 12:06
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Ajak Warganet Mendukung Legitimasi Hasil Pemilu Oleh KPU, FPMSI Gelar Diskusi dan Imbau Ciptakan Persatuan Bangsa

Ajak Warganet Mendukung Legitimasi Hasil Pemilu Oleh KPU, FPMSI Gelar Diskusi dan Imbau Ciptakan Persatuan Bangsa

Medan (utamanews.com)
Oleh: Iman
Kamis, 23 Mei 2019 22:23
Istimewa
Sebagai wujud menguatkan kesadaran warganet dalam memperkokoh demokrasi yang konstitusional setelah pengumuman hasil resmi oleh KPU, Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mendeklarasikan gerakan warganet dukung legitimasi hasil Pemilu yang konstitusional oleh KPU dalam acara diskusi dan buka puasa bersama di Kafe Omah Bintang Jl. Tebet Raya No.73, Jakarta Selatan pada Kamis sore (23/5/2019).

Mengusung tajuk "Peran Warganet Dalam Mendukung Legitimasi Hasil Pemilu 2019", FPMSI juga mengajak agar warganet dan seluruh anak bangsa untuk merajut kembali persatuan pasca Pemilu ini.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah kalangan pegiat media sosial diantaranya blogger, vloger, youtuber, dan content creator , serta berbagai kalangan masyarakat lainnya , menghadirkan narasumber yaitu, Hafyz Marshal (Pimred Media Kata Indonesia), Eko Kuntadhi (Tokoh Pegiat Media Sosial), dan Agus Khudori (Jurnalis yang juga Kordinator Gerakan Letirerasi Terbit/GESIT).


Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) Rusdil Fikri mengatakan bahwa diskusi ini sebagai sarana edukasi dan persuasif warganet meningkatkan literasi politik masyarakat dalam mengawal proses demokrasi yang konstitusional berkaitan dengan hasil Pemilu 2019. Apalagi Menurutnya, saat ini masyarakat dibuat bingung dan resah dengan berbagai isu yang disebar di media sosial untuk mengurangi kepercayaan masayarakat terhadap penyelengggara pemilu dan mekanisme hukum.

"Banyak narasi yang melemahkan penyelenggara Pemilu di media sosial, kami berharap bahwa warganet mempunyai peranan besar bagi ruang partisipasi demokrasi yang baik di media sosial, dan memproduksi konten positif yang mencerdaskan serta mengajak untuk berdemokrasi secara konstitusional dengan cara mendukung hasil Pemilu oleh KPU dan mengajak semua komponen bangsa untuk merekatkan kembali Persatuan Bangsa," ujar Rusdil.

Senada dengan Rusdil, Hafyz Marshal yang merupakan Pimred Media Kata Indonesia mengatakan bahwa saat ini banyak bertebaran berita hoaks dan provokatif di media sosial pasca Pengumuman hasil Pemilu 2019 ditujukan untuk mendelegitimasi penyelenggara Pemilu serta membuat.masyarakat bingung yang pada akhirnya diprovokasi untuk ikut melakukan tindakan-tindakan inskontitusional.

"Masyarakat jangan mudah diprovokasi, jangan percaya informasi hoaks, tidak perlu ikut-ikutan turun ke jalan apalagi memiliki keinginan untuk melakukan tindakan inkonstitusional. Jaga persatuan dan kesatuan, jaga kerukunan, jaga keharomonisan dan persaudaraan serta tetap mempercayai mekanisme konstitusional yaitu dengan mendukung hasil Pemilu yang konstitusional serta menghimbau kepada pihak-pihak yang tidak puas untuk menempuh cara-cara hukum yang telah ditetapkan, jangan sampai gara-gara proses politik yaitu oesta demokrasi ini persatuan bangsa dan kepentingan yang lebih besar dikorbankan", ucap Hafyz.


Hal serupa juga disebutkan oleh Eko Kuntadhi, Tokoh pegiat Media Sosial, dimana menurutnya, akhir-akhir ini ada upaya untuk melemahkan mekanisme demokrasi yang telah disepakati bersama. Terdapat kelompok-kelompok penumpang gelap demokrasi untuk melemahkan sistem demokrasi Indonesia melalui provokasi di sosial media.

"Sebelum dan pasca pemilu masyarakat Indonesia dibanjiri dengan berita hoax. Hoax ini mengolah sentimen kelompok dan membuat kita untuk saling curiga satu sama lain semestinya pengguna medsos harus berubah menjadi lebih baik. Apalagi berita hoax sampai ini tidak ada alat untuk menanggulangi berita hoax tersebut, dampak yang signifikan dari hoax terhadap masyarakat dapat menyebabkan post truth sehingga yang benar dikatakan salah dan yang salah dikatakan benar", ujar Eko.

"Mendelegitimasi Pemilu perbuatan yang keliru dalam negara ini. Menang kalah itu biasa dan itu merupakan konsekuensi elektoral biasa. Demokrasi sudah berjalan dengan baik maka seyogyanya kita menghargai demokrasi apalagi Indonesia negara hukum bahwa kegiatan politik harus sesuai dengan konstitusi hukum", ungkapnya.

Sementara itu Agus Khudori Kordinator GESIT dalam pandangannya mengatakan perkembangan penyebaran berita hoaks pasca pengumuman hasil Pemilu 2019, sangat memprihatinkan bahkan cenderung mengerikan. Perang narasi provokatif yang dilakukan oleh penyebar hoaks,, sudah tidak bisa lagi dipahami oleh nalar manusia pada umumnya.

"Berita hoaks yang menyebar di media sosial pasca pencoblosan, memiliki narasi yang lebih mengerikan dibandingkan pra pencoblosan suara apalagi pasca pengumuman hasil. Maka, Bangsa Indonesia saat ini sedang dipaksa untuk berpikir diluar nalar manusia pada umumnya, melalui berbagai klaim hasil perhitungan suara melalui proses hitung cepat maupun menuduh banyak terjadi kecurangan", kata Agus.

Agus juga menambahkan bahwa Masyarakat harus mendukung bersama pemimpin yang terpilih secara sah dan konstitusional. Karena itu media sosial memiliki peran yang krusial guna meredam sentimental-sentimen yang dilakukan oleh kelompok tertentu.


Dalam acara Diskusi tersebut , FPMSI juga menggelar Deklarasi "MERAJUT PERSATUAN DAN DUKUNG LEGITIMASI HASIL PEMILU 2019 DEMI BERLANJUTNYA KEPEMIMPINAN NASIONAL DAN SUKSESNYA PEMBANGUNAN INDONESIA" yang berisi:

Pertama, Kami Forum Pegiat Media Sosial Independen siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang- Undang Dasar 1945 Dan Menolak Segala Bentuk Informasi Hoax, Provokasi dan Gerakan Inskontitusional.

Kedua, Kami Forum Pegiat Media Sosial Independen Siap Mengajak dan Memperkokoh Partisipasi Pegiat Media Sosial Dalam Mewujudkan Demokrasi yang Konstitusional Serta Menjaga Kondusivitas Di Ruang Media Publik Dengan Menyebarkan Konten Narasi Positif Yang Menumbuhkan Optimisme Bangsa.

Ketiga, Kami Forum Pegiat Media Sosial Independen Siap Bergotong Royong dalam Melawan Hoax Dan Mendukung Hasil Pemilu Yang Konstitusional Serta Merajut Persatuan Bangsa Demu Mensukseskan Keberlanjutan Kepemimpinan Nasional Dan Pembangunan Nasional Untuk Kemajuan Bangsa.
Editor: Sam

T#g:Diskusi publik
Berita Terkait
  • Jumat, 17 Mei 2019 12:07

    Pemprovsu Akan Gelar Diskusi Publik Dalam Rangka Merekatkan Persatuan & Kesatuan Bangsa

    Informasi dihimpun dari seorang Staf Kantor Gubernur Sumatera Utara saat memberikan Surat Undangan kegiatan Diskusi Publik, bahwa dalam rangka mengikuti perkembangan situasi politik pasca Pemilu tahun

  • Rabu, 24 Apr 2019 15:54

    Gerakan Literasi Terbit Ajak Netizen Dukung Hasil Pemilu Yang Konstitusional dan Perangi Hoax Untuk Berlanjutnya Kepemimpinan Nasional

    Sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan politik nasional pascapelaksanaan Pemilu 2019, Komunitas Gerakan Literasi Terbit (GESIT) menggelar diskusi bagi Warganet di Ballrom Hotel Mega Menteng, J

  • Rabu, 06 Feb 2019 16:26

    KOMADEM Gelar Diskusi Panel Tentang Bahaya Informasi Hoax

    Komunitas Mata Demokrasi (KOMADEM) gelar diskusi panel di Siantar Hotel, 06 Februari 2019 dengan Topik Bahaya Informasi Hoax Bagi Pertumbuhan Demokrasi Indonesia.

  • Sabtu, 08 Des 2018 06:28

    Komadem Gelar Sarasehan dan Diskusi "Universitas Negeri Sangnaualuh"

    Peduli akan situasi pendidikan di Kota Siantar, terutama mendorong lahirnya Perguruan Tinggi Negeri di Siantar, Komunitas Mata Demokrasi (KOMADEM)  menggelar Sarasehan dan Diskusi "Siantar Kota P

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak