Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto mengikuti Sidang ke-23 ASEAN Chiefs of Defence Forces Meeting (ACDFM) melalui video conference dari Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5/2026). Forum strategis tersebut diikuti para Panglima Angkatan Bersenjata negara-negara ASEAN guna membahas penguatan kerja sama pertahanan kawasan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menegaskan pentingnya memperkuat sentralitas ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan keamanan multidimensional.
Menurut Jenderal TNI Agus Subiyanto, kawasan Indo-Pasifik saat ini menghadapi berbagai tantangan strategis, mulai dari ancaman siber, ketegangan maritim, rivalitas geopolitik, hingga dampak perubahan iklim global yang berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.
Panglima TNI menilai situasi tersebut menuntut negara-negara ASEAN untuk terus memperkuat solidaritas dan kerja sama pertahanan secara nyata, terukur, dan adaptif terhadap perkembangan ancaman masa depan.
“Keamanan kawasan tidak dapat dibangun secara unilateral, tetapi harus diwujudkan melalui kerja sama kolektif yang konkret, adaptif, dan berorientasi pada implementasi operasional,” tegas Panglima TNI dalam forum tersebut.
Dalam kesempatan itu, Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim antarnegara ASEAN melalui peningkatan Maritime Domain Awareness (MDA) guna memperkuat pengawasan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman di wilayah perairan kawasan.
Selain itu, Panglima TNI menekankan pentingnya patroli terkoordinasi dan peningkatan interoperabilitas latihan militer bersama sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan dan respons kolektif negara-negara ASEAN.
Tidak hanya di sektor keamanan maritim, Indonesia juga mendorong penguatan kerja sama Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) untuk meningkatkan kemampuan penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan di kawasan yang rawan bencana alam.
Di bidang keamanan nonmiliter, Panglima TNI menilai penguatan ketahanan siber ASEAN menjadi salah satu prioritas penting mengingat ancaman siber terus berkembang dan dapat berdampak langsung terhadap stabilitas nasional maupun regional.
Menurutnya, penguatan kerja sama pertahanan ASEAN merupakan bagian penting dari upaya menjaga stabilitas, perdamaian, dan keamanan kawasan secara berkelanjutan.
Sidang ke-23 ACDFM tahun ini mengangkat tema “Securing Our Future Together”, yang menjadi momentum strategis bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat solidaritas, diplomasi pertahanan, dan sinergi menghadapi tantangan strategis masa depan.
Panglima TNI menegaskan bahwa kekuatan kolektif ASEAN terletak pada persatuan, kredibilitas kerja sama, serta kesiapan bersama dalam menghadapi berbagai ancaman dan dinamika global yang terus berkembang.
Melalui forum ACDFM, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat arsitektur keamanan kawasan yang inklusif, damai, stabil, dan berorientasi pada kepentingan bersama negara-negara ASEAN.