Hal tersebut diakui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu, Kaiman Turnip saat ditemui di ruangannya Senin (23/7/2018) sore. Kaiman mengatakan bahwa saat ini Pemprovsu membutuhkan CPNS untuk tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan CPNS di luar tenaga khusus/ahli.
"Untuk tenaga pendidik, kesehatan, dan tenaga khusus, memang kita butuhkan saat ini di Pemprovsu. Untuk itu, kita pun sudah melakukan pengajuan ke Kemendagri, akan tetapi yang pastinya saat ini kita belum ada membuka lowongan CPNS seperti isu yang beredar di luar. Itu semua hoax. Jadi jangan mudah percaya. Karena kita belum bisa menentukan formasinya," sebut Kaiman.
Memang saat ini, tambahnya, Pemprovsu sudah melakukan moratorium selama 5 tahun. Sebagaimana hal tersebut merupakan arahan dari Presiden Jokowi Widodo, supaya jangan melakukan kegiatan-kegiatan ekspansif dalam hal penerimaan PNS.
Namun demikian, katanya, pihaknya (Pemprovsu) masih membutuhkan tenaga ahli. Kaiman pun mencontohkan, saat ini Provsu mengembangkan soal pertanian, maka yang dibutuhkan di situ tentu saja sarjana pertanian.
"Kita butuh sarjana pertanian, bukan sarjana yang lain. Karena memang kalau bisa yang sesuai dengan pendidikannya," tambahnya.
Terkait soal penerimaan CPNS yang akan dilakukan nanti, Kaiman pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya kepada janji-janji orang yang bisa memasukkannya menjadi PNS. Diceritakannya, saat dirinya pulang kampung, ada warga mendatanginya dan menyodorkan segepok uang untuk bisa memasukan anaknya menjadi CPNS. Hal tersebut pun langsung ditolaknya karena dirinya tak bisa menjamin untuk dapat meluluskan permohonan orang tersebut.
"Ini perlu diberitakan. Masyarakat jangan mudah percaya kepada orang yang bisa memasukkan anda atau anak anda ke IPDN atau menjadi CPNS. Karena saya sendiri pun tak bisa. Apalagi sekarang ini banyak sekali kasus seperti itu. Kasihan orang-orang di kampung sana yang rela menjual sawah dan hewan ternaknya agar anaknya bisa masuk CPNS. Tapi kenyataan, gak juga. Malah yang ada jadi korban penipuan saja," ujar Kaiman mengingatkan kepada masyarakat Sumut.
Terpisah, Kabag Umum Dinas Kesehatan Sumut, Ardi Taufik S. yang dikonfirmasi terkait penerimaan CPNS tahun 2018 membenarkan bahwa saat ini Dinas Kesehatan Sumut memang membutuhkan tenaga kesehatan.
"Memang benar kita butuhkan PNS baru di sini. Dan permintaan itu kita lakukan karena banyaknya tenaga kita yang sudah pensiun, pindah dinas, dan juga meninggal dunia," sebut Ardi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/7/2018).
Lebih jauh dijelaskan Ardi, untuk penerimaan CPNS tahun 2018 ini, pihaknya msih menunggu keputusan dari Kemendagri atas permohonan tenaga yang dibutuhkan di Dinkes Sumut. Karena menurutnya, Dinkes Sumut telah mengajukan kepada Kemendagri melalui BKD Sumut sebanyak 188 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, dokter spesialis, farmasi, perawat, radiografer, dan lainnya yang berkaitan dengan bidang kesehatan, namun hingga kini pihaknya belum mendapat jawaban dari Kemendagri atas pengajuan tersebut.
"Kita sudah mengajukan permohonan formasinya ke Kemendagri, tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari mereka (Kemendagri). Makanya itu kita belum bisa menentukan formasi untuk CPNS tersebut. Jadinya kita tunggu sajalah dulu kabar dari Kemendagri, baru bisa kita jelaskan formasi CPNS nanti," papar Ardi seraya mengatakan bahwa untuk tenaga CPNS yang akan diterima nanti akan di tempat di Dinkes Sumut dan juga UPT Dinkes Sumut.