Ir. H. Irman, M.Si, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) segera membentuk kelompok kerja (Pokja) dalam rangka mempercepat pertumbuhan pembangunan kawasan Mebidangro (Medan, Binjai Deliserdang, dan Karo) sebagai kawasan strategis nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Hal tersebut diungkapkan Irman saat ditemui usai acara Buka Puasa Bersama di Gubernuran, jalan Sudirman 41, Senin (29/5). Dikatakannya, Bappeda akan menjadi penanggung jawab dalam pengembangan kawasan Mebidangro yang akan menjadi lokomotif pembangunan Sumatera Utara.
"Kawasan Mebidangro itukan lebih dulu ditetapkan oleh pusat sebagai kawasan strategis nasional (KSN) daripada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Makanya Bappeda akan membentuk Pokja untuk itu. Dan saat ini Pokja itu sedang disusun yang terdiri dari unsur akademisi, para pakar dan lain-lain," papar Irman.
Setelah terbentuk Pokja, akan dibuat strategi pengembangan Mebidangro dengan membuat matrik apa yang mau ditangani, siapa yang menangani dan darimana sumber dananya. "Jadi sumber dana bisa dari pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota," kata Irman.
Menurut Irman, Mebidangro adalah lokomotifnya pembangunan di Sumatera Utara. "Pengembangan pembangunan jasa, industri, dan perdagangan sangat diperlukan dalam pengembangan Mebidangro karena itulah lokomotifnya. Seperti halnya kawasan Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) yang bisa menjadi percontohan untuk pengembangan kawasan Mebidangro," terangnya.
Lebih jauh Irman mengatakan, pengembangan pembangunan kawasan Mebidangro merupakan keterpaduan wilayah, tanpa memandang batas administrasi.
"Umpamanya begini, penentuan kawasan, kalaulah kawasan ini kita buat sebagai suatu kawasan pemukiman di Medan, yang berbatasan dengan Deliserdang itu jangan lagi industri, tetapi harus lebih bersinergi. Jadi ada keterpaduan wilayah di sana, tanpa lagi harus memandang batas administrasi wilayahnya. Kira-kira seperti itulah yang mau kita lakukan untuk Mebidangro ini," jelasnya.