Rabu, 28 Jul 2021 23:05
  • Home
  • Politik
  • Pemko Medan akan bentuk tim memilah masyarakat yang berhak tercover BPJS Kesehatan

Pemko Medan akan bentuk tim memilah masyarakat yang berhak tercover BPJS Kesehatan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Rabu, 16 Jun 2021 18:46
Istimewa
Wali Kota Medan Bobby Nasution berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi warganya, termasuk di bidang pelayanan kesehatan.

Saat ini Pemko Medan berupaya maksimal untuk menjamin kesehatan seluruh warganya khususnya yang tidak mampu maupun berpenghasilan tidak tetap dengan menanggung biaya pengobatannya melalui BPJS Kesehatan.

Demikian hal ini disampaikan Bobby Nasution ketika menerima audiensi Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan dr Sari Quratul Aini di Ruang Khusus Wali Kota Medan, Kantor Wali Kota, Selasa (15/6).

Selain bersilaturahmi kehadiran BPJS kesehatan cabang Medan ini juga untuk menginformasikan progres Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia (JKN -KIS) di Kota Medan.

Dijelaskan Bobby Nasution, saat ini melalui program jaminan kesehatan, Pemko Medan telah menganggarkan dan membayarkan iuran Rp300 ribu jiwa penduduk yang belum tercover dari anggaran Pemerintah Pusat.

Program yang ditanggung Pemko Medan semestinya diperuntukkan untuk masyarakat yang benar-benar tidak mampu atau berpenghasilan tetap. Oleh sebab itu Bobby Nasution mendorong terus Dinas terkait bersama BPJS Kesehatan untuk mendata masyarakat yang berhak mendapatkan program tersebut.

"Saat ini 500 ribu jiwa penduduk Medan belum terdaftar BPJS kesehatan. Oleh karenanya ini terus kita dorong, untuk itu OPD terkait bersama BPJS kesehatan harus dapat memilah mana masyarakat yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemberi kerja dan mana masyarakat yang tidak mampu atau berpenghasilan tidak tetap. Artinya masyarakat yang tidak mampu atau berpenghasilan tidak tetap harus dijamin dan merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah," kata Wali Kota Medan didampingi Plt Kadis Kesehatan dr Syamsul Nasution dan Dirut RSUD dr Pirngadi dr Suryadi Panjaitan.

Guna mengefektifkan pendataan, ditambahkan Bobby, akan dibentuk Tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketenagakerjaan, Disdukcapil dan Dinas Sosial serta BPJS kesehatan. Dengan adanya tim ini Bobby menargetkan nantinya dapat dipilah masyarakat yang menjadi tanggung jawab Pemberi kerja maupun yang ditanggung pemerintah daerah.

"Selain itu kita juga akan melakukan integrasi di sistem perizinan, dimana Badan usaha dalam mengurus izin harus sesuai dengan ketentuan Khususnya berkaitan dengan Jaminan Kesehatan. Artinya izin tidak dikeluarkan bagi Badan Usaha yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS kesehatan. Ini merupakan cara untuk mendorong dan menyaring masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemberi kerja," ujar Wali Kota Medan.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan dr Sari Quratul Aini yang hadir bersama jajarannya mengungkapkan kehadirannya bertujuan untuk menginformasikan kepada Wali Kota Medam terkait dengan progres program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia (JKN -KIS), di Kota Medan.

Saat ini Program ini di Kota Medan sudah terlaksana dengan baik, apalagi APBD Pemko Medan telah menganggarkan dan membayarkan iuran 300 ribu jiwa penduduk yang belum tercover dari anggaran Pemerintah Pusat.

"Dari 2,5 juta penduduk kota Medan sudah 2 juta atau 80 persen penduduk sudah terdaftar dalam program JKN. Artinya masih ada 500 ribu jiwa yang belum terdaftar. Sesuai arahan Wali Kota Medan bersama Dinas terkait kita akan melakukan pemilahan masyarakat yang mana menjadi tanggung jawab pemerintah dan mana yang menjadi tanggungjawab Pemberi kerja," katanya.

Menurutnya, Upaya Pemko Medan dalam mendata masyarakat dengan membentuk tim sangat baik, sehingga nantinya akan lebih banyak masyarakat yang tercover BPJS kesehatan. Jika jumlah masyarakat kota Medan yang tercover mencapai 95 Persen maka Kota Medan menerapkan program Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Semesta.

"Kami siap melakukan koordinasi dengan OPD terkait guna mengejar jumlah penduduk yang belum tercover BPJS kesehatan dan memilah masyarakat yang mana ditanggung pemerintah atau pemberi kerja. Sehingga Anggaran yang dikeluarkan Pemko Medan untuk mengcover kesehatan masyarakat benar- benar diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. Jangan sampai yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemberi kerja menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah," ungkapnya.
Editor: Budi

T#g:BPJS KesehatanPBI
Berita Terkait
  • Minggu, 27 Jun 2021 02:27

    Solusi 500 Ribu Warga Belum Terdaftar BPJS, Bobby Nasution Minta Dibentuk Tim

    Sektor kesehatan menjadi perhatian serius yang harus dibenahi Wali Kota Medan Bobby Nasution, sehingga masuk dalam program prioritasnya. Selain terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19, Bobby N

  • Rabu, 06 Mei 2020 21:26

    Pekerja BHL Tidak Didaftar BPJS Kesehatan, Jamkeswatch Korda Tabagsel Surati BPJS Kesehatan

    Berdasarkan hasil investigasi tim relawan Jamkeswatch Kordinator Daerah Tapanuli Bagian Selatan (Korda Tabagsel), masih banyak ditemui pekerja buruh harian lepas (BHL) di sejumlah perusahaan yang ters

  • Kamis, 18 Mei 2017 21:18

    Tahun 2019, BPJS Kesehatan Palas Targetkan Universal Corporate

    Pihak manajemen BPJS Kesehatan Kabupaten Padang Lawas (Palas) menargetkan, pada Januari 2019 nanti, seluruh penduduk yang tersebar di daerah Kabupaten Palas akan terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan atau istilahnya Universal Corporate.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak