Jumat, 22 Mei 2026
Peduli hidup sehat dan biaya murah, Kelompok Tani di Langkat kembangkan pupuk dan pestisida organik
Langkat (utamanews.com)
Oleh: Dian Minggu, 17 Okt 2021 10:27
Istimewa

Pupuk dan pestisida merupakan sebuah komponen yang sangat penting dalam dunia pertanian, karena dua variable ini langsung bersentuhan dengan nilai produksi yang akan dihasilkan oleh lahan yang digarap. 

Pupuk dan pestisida menjadi sebuah item yang memiliki nilai cukup besar dalam produksi pertanian, oleh karena itu butuh solusi dan ide-ide yang brilian untuk dapat melakukan inovasi dalam bidang pertanian untuk meningkatkan produksi dengan biaya murah dan hasil produksi yang aman dan sehat dikonsumsi manusia.

Program inilah yang sedang dikembangkan oleh kelompok petani dan peternak 'Batang Sirih', yang berada di desa Teluk kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

Kelompok yang digawangi oleh Sumarno ini telah intens mengembangkan pertanian organik dalam beberapa tahun terakhir dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di alam dan sebagian bahan yang dianggap limbah yang mengganggu. Hal ini terungkap di sela-sela kegiatan pendampingan kelompok petani dan peternak yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan, yang dihadiri Kepala Desa Teluk Sutinah, S.Pd.I didampingi perangkat desa, Ketua Program Pengabdian Masyarakat Unimed, Rudi Salaman, ST., MT, Kepala Laboratorium Fisika Unimed Mukti Hamjah Harahap, M.Si Direktur Puspera Indonesia Irfandi M.Si dan Masyarakat Kelompok Petani Peternak yang ada di kabupaten langkat.
Sumarno dalam paparannya mengungkapkan, bahwa selain pemanfaatan sumber daya alam di sekitar, limbah pertanian dan peternakan, pengembangan pupuk dan pestisida memotong ongkos pengelolaan produksi pertanian.

"Dan yang tak kalah penting selain biaya dan pemanfaatan limbah hasil luaran yang dihasilkan dari produk pertanian kelompok menjadi produk organik yang menyehatkan jauh dari zat-zat kimia yang merusak tubuh", ungkap petani kreatif yang melek IT tersebut.

Sementara Kepala desa Teluk, menyambut baik proses pertanian organik dengan pendampingan langsung dari dosen Unimed, karena potensi yang ada di desa Teluk belum tergarap secara optimal dan juga butuh pendampingan secara optimal oleh perguruan tinggi agar potensi yang selama ini berlum tersetuh dapat termanfaatkan secara maksimal.

"Terkadang kami yang di dalam tidak dapat melihat secara objektif dan gamblang potensi yang kami miliki. Butuh pihak-pihak luar yang mampu melihat dan melakukan analisa terhadap kondisi dan kekuatan serta potensi yang dimiliki desa, oleh karena itu kolaborasi antara desa dan akademisi mutlak diperlukan", cetus kepala desa 3 periode di kabupaten Langkat itu.
produk kecantikan untuk pria wanita

Menanggapi hal tersebut ketua Program Pengabdian Pada Masyarakat, Rudi Salman yang di dampingi oleh anggota tim, Ir. Herkules, M.Si, Taufik Hidayat, SE., MM dan beberapa mahasiswa yang terlibat, yang ditemui pada Minggu (17/10), mengungkapkan bahwa, Program yang dilaksanakan ini merupakan aplikasi dari program merdeka belajar yang digaungkan oleh Kemendikbud, dimana akademisi harus mampu berbaur dengan masyarakat dan menjadi problem solver dari permasalahan masyarakat.

"Akademisi hari ini, baik Dosen maupun Mahasiswa harus mampu memberikan solusi dari permasalahan masyarakat dengan dasar kemampuan dan keilmuan yang dimiliki, sehingga dengan pendampingan yang diberikan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sebagai Akademisi kita siap untuk selalu mendampingi masyarakat dalam kerangka mengejawantahkan program kampus merdeka", imbuh alamnus Teknik Elektro Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later