Kegiatan praktikum/Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan mata kuliah wajib yang harus dilakukan dan diikuti oleh semua mahasiswa di program studi Kesejahteraan sosial di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini juga dijalankan oleh Yesica Silvia Br Munthe dengan NIM 200902082, yang ditempatkan di UPT SDN 067247 di Jl. Bunga Malem, Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Program yang Yesica jalankan disini adalah Praktikum 1 yang bertujuan untuk pengembangan dan pemantapan body of value, body of skill, dan body of knowledge. Kegiatan ini dilakukan kurang lebih selama tiga bulan yang dimulai dari awal bulan Maret 2023 sampai dengan akhir bulan Juni 2023. Dalam menjalankan program ini, Yesica juga mendapat bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Bapak Arief Marizki Purba, SE., S.Sos., M.Si, dan Ibu Selatnawati, S.Pd sebagai Guru Pamong yang mengawasi secara berkala dan langsung di UPT SDN 067247 Medan.
Dalam kegiatan ini, setiap mahasiswa diharuskan menerapkan Project Based Learning (PBL). Menurut Dopplet (2023), Project Based Learning (PBL) merupakan salah satu metode pembelajaran yang berasal dari pendekatan konstruktivis yang mengarah pada upaya problem-solving.
Kegiatan ini Yesica mulai dengan melakukan pengenalan kepada staf-staf yang bekerja di UPT SDN 067247 Medan, setelah itu saya mulai melakukan pendekatan kepada Siswa/i yang bersekolah di UPT SDN 067247 dan staf yang bekerja di tempat. Salah satu program yang dijalankan Yesica dalam praktikum ini adalah dengan cara masuk dan mengajar di masing-masing kelas yang ada di UPT SDN 067247 Medan. Hal ini dilakukan untuk menjalankan program sekaligus melakukan pendekatan kepada murid-murid secara langsung di dalam kelas.
Dalam hal ini, Yesica juga melakukan Project Based Learning yang sudah disebutkan sebelumnya. Program yang Yesica jalankan adalah menimbulkan dan mengembangkan rasa kepercayaan diri dalam siswa untuk mendorong keaktifannya dalam belajar di kelas. Menurut Lauster (2012:12-14), self-confidence (kepercayaan diri) merupakan suatu sikap atau perasaan yakin atas kemampuan yang dimiliki sehingga individu yang bersangkutan tidak terlalu cemas dalam setiap tindakan, dapat bebas melakukan hal-hal yang disukai, dan bertanggung jawab atas segala perbuatan yang dilakukan, hangat, dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Dalam program ini Yesica meminta para siswa untuk menuliskan kata-kata bijak atau kata-kata motivasi yang mereka tahu di dalam kertas berwarna yang sudah dibagikan, lalu kertas tersebut dihias sedemikian rupa agar terlihat indah ketika ditempel di tempat yang sudah disediakan di dalam kelas. Hal ini dilakukan agar siswa/i dapat dengan percaya diri mengemukakan pendapat serta aspirasinya yang akan dilihat oleh orang banyak.
Kepercayaan diri merupakan hal yang sangat penting untuk ditumbuhkan dalam jiwa anak sejak dini. Ketika seorang anak memiliki kepercayaan diri dalam dirinya, maka dia dapat dengan mudah mengembangkan dan mengekspresikan dirinya. Dengan adanya kepercayaan diri, siswa/I tidak perlu lagi malu-malu untuk bertanya di dalam maupun di luar kelas, sehingga mereka dapat mengembangkan dirinya melalui jawaban-jawaban yang didapat dari pertanyaannya. Selain itu, siswa/I tidak akan malu malu untuk tampil dan berbicara di depan kelas. Hal ini sangat baik dan membantu siswa/I untuk mengekspresikan dirinya dan menyatakan aspirasi ataupun pendapatnya dengan baik di depan orang lain. Selain dari pada itu, masih banyak dampak positif yang akan dirasakan anak ketika dia memiliki rasa percaya diri dalam dirinya.
Dalam project ini, Yesica melakukan program yang menggunakan intervensi sosial dalam ranah mikro (individu) dalam bentuk layanan pendampingan secara langsung dengan klien yang biasa dilakukan oleh Pekerja Sosial. Dalam kegiatan ini, Yesica mendapatkan klien berinisial E yang merupakan siswa di UPT SD Negeri 067247 Medan. Diketahui bahwa siswa tersebut memiliki masalah dalam kepercayaan dirinya di sekolah. Untuk membantu siswa tersebut dalam menyelesaikan masalahnya, Yesica menggunakan metode Casework yang terdiri dari 4 (empat) tahapan (Skidmore, Thackeray, dan Farley; 1994):
- Tahap Penelitian (study phase): Dalam tahap ini, Yesica berusaha membangun relasi yang baik dengan E. Dengan cara tersebut, Yesica mulai membicarakan topik-topik yang ringan dan menyenangkan bagi anak seusia E agar E dapat merasa santai dan 'nyambung' dengan Yesica. Dengan cara itu, relasi di antara mereka pun terjalin dengan baik.
- Tahap Pengkajian (assessment phase): Setelah berbincang-bincang, dalam proses ini Yesica mengetahui bahwa E memiliki masalah mengenai kepercayaan diri dalam dirinya.
- Tahap Intervensi: Dalam proses ini, Yesica berbincang dengan E tentang masalahnya dan cara yang mungkin dapat mengatasi masalah tersebut. Sebelum itu, Yesica memberikan pemahaman tentang kepercayaan diri dan kesetaraan yang ada dalam setiap anak menggunakan bahasa dan penyampaian yang baik agar dapat dipahami oleh E dengan baik. Sembari memberikan pemahaman, Yesica juga memberikan dukungan positif kepada E yang bertujuan untuk membantu berkembangnya kemampuan menentukan pilihan sendiri dari E.
- Tahap Terminasi: Dalam tahap ini, relasi antara Yesica dan E dihentikan ketika sudah nampak perubahan dalam diri E dalam mengatasi masalahnya sendiri.
Di akhir project, Yesica memberitahukan kepada siswa/I pentingnya kepercayaan diri dalam proses belajar, bahkan dalam hidup mereka. Serta pelaksanaan metode casework kepada E memberikan manfaat dan membantu E dalam memecahkan masalahnya sendiri. Yesica mengucapkan terima kasih banyak kepada setiap pihak yang sudah terlibat dan sudah membantu Yesica dalam pelaksanaan Mini Project dan metode utama pekerjaan sosial (casework).