Mungkin di antara kita sudah sering sekali mendengar istilah literasi, tapi tahukah kalian seberapa penting literasi sehingga menjadi program yang digalakkan pemerintah, khususnya untuk sekolah? Bahkan di beberapa sekolah sudah mencanangkan gerakan literasi sekolah. Berdasarkan pengertian dari KBBI, literasi merupakan kemampuan menulis dan membaca. Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa literasi adalah suatu kemampuan menulis dan membaca, serta kemampuan dalam memahami bacaan dengan benar sehingga juga mampu menyampaikan ide ataupun gagasan dari bacaan.
Literasi menjadi gerakan yang penting bagi pendidikan di Indonesia, melihat minat baca masyarakat Indonesia yang sangat kecil. Bahkan UNESCO menyebut indeks baca masyarakat Indonesia hanya 0,0001 persen, atau dapat diartikan hanya 1 dari 1000 orang di Indonesia yang rajin membaca. Menghidupkan minat literasi akan lebih baik dimulai sejak kecil, sebab kebiasaan membaca atau literasi dapat menjadi kebiasaan yang tertanam. Literasi yang baik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, menambah wawasan, dan kemampuan dalam memperoleh serta mengolah informasi dengan baik dan benar.
Sebelum lebih jauh membahas program, mungkin lebih baik jika saya menyampaikan tempat dan sasaran saya melakukan program pada kegiatan Kampus Mengajar ini. Saya Rachel Br Tarigan, mahasiswi program studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU. Saya berpartisipasi dalam program Kampus Mengajar mitra USU yang dilakukan juga sebagai pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan 1 (PKL1) di semester 6. Kampus Mengajar menempatkan saya di UPT SDN 060973 Asam Kumbang, Medan. Saya memilih untuk berfokus pada murid kelas IV SD. Terdapat sekitar 90 murid kelas IV yang terbagi ke dalam 2 kelas.
Pada Kampus Mengajar ini, literasi menjadi salah satu program yang saya jalankan. Pada program literasi, cara yang saya lakukan untuk menghidupkan kembali minat literasi siswa adalah dengan mengajak siswa melakukan kegiatan literasi dan bercerita untuk melihat sejauh mana ide dan gagasan dalam cerita dapat mereka pahami. Berikut ini adalah tahapan kegiatan literasi yang saya lakukan selama mengajar:
a. Sebelum literasi dimulai, murid akan diajak untuk menyanyikan lagu-lagu nasional. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan menambah pengetahuan siswa mengenai lagu-lagu nasional Indonesia.
b. Siswa akan diminta untuk membaca.
c. Siswa meresume atau menuangkan kembali apa yang dibacanya dalam bentuk tulisan.
d. Siswa juga diharapkan dapat menceritakan atau menjelaskan kembali apa yang telah dibacanya.
Setelah beberapa kali kegiatan literasi ini dilakukan, dapat saya lihat bahwa memang tidak semua anak memiliki minat membaca. Namun, tidak sedikit dari mereka yang suka membaca dan menjadi suka membaca. Harapan saya setelah Kampus Mengajar kali ini selesai adalah siswa tetap membiasakan diri membaca sehingga tetap terus menghidupkan minat mereka dalam literasi.
Selain program literasi, ada juga program lain yang saya jalankan, yaitu program pendidikan karakter bangsa. Program pendidikan karakter bangsa terdiri dari modul yang bertujuan untuk menghidupkan kembali sikap yang didasari oleh nilai-nilai maupun norma Pancasila. Beberapa materi juga menjelaskan tentang keberagaman dan pengenalan keberagaman budaya di Provinsi Sumatera Utara. Dalam pelaksanaan program pendidikan karakter bangsa ini, dijalankan dengan metode penanganan dengan tahapan umum atau general.
Metode ini sejalan dengan metode yang saya pelajari di prodi kesejahteraan sosial. Berikut ini tahapan-tahapan yang dilakukan dengan metode tersebut, yaitu:
1. Engagement dan intake contract.
Pada tahapan awal ini, hal yang dilakukan adalah membuat kesepakatan dengan pihak sekolah untuk dapat terlibat dalam program. Maka dari itu, tahapan awal yang saya lakukan adalah mendatangi sekolah tujuan dan menyerahkan surat perintah tugas (SPT) kepada pihak sekolah, menentukan guru pamong, dan memilih kelas yang akan menjadi sasaran saya dalam mengajar. Menjelaskan kepada pihak sekolah apa saja program yang saya berikan bagi sekolah ataupun siswa.
Tahap selanjutnya adalah assessment, tahapan ini dijalankan dengan pertama-tama melakukan perkenalan kepada siswa kelas IV, menanyakan nama siswa, menjelaskan apa kegiatan yang akan mereka lakukan, memberikan beberapa pertanyaan untuk menguji dan melihat sejauh mana pemahaman mereka terkait materi pendidikan karakter bangsa. Saya juga menanyakan pembelajaran seperti apa yang diinginkan para murid. Ternyata hasil dari assessment saya ini masih banyak dari para siswa yang belum memahami apa saja materi pendidikan karakter bangsa, mereka juga menginginkan kegiatan pembelajaran sambil bermain.
Pada tahap ini, saya membuat rencana pembelajaran yang cocok untuk siswa berdasarkan hasil tahapan assessment yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa kegiatan pembelajaran dilakukan dengan bermain game dan kuis. Selain itu, terkadang murid diajak belajar dengan menonton video sehingga pembelajaran tidak monoton. Ketika suasana kelas mulai jenuh, maka dilakukan kegiatan game ice-breaking untuk membuat siswa konsentrasi lagi dan semangat untuk tetap mengikuti kegiatan pembelajaran.
Tahapan intervensi ini melaksanakan perencanaan yang telah dibuat. Pada tahap ini, saya memberikan beberapa materi terkait modul pendidikan karakter bangsa. Terdapat 16 modul dalam kelas pendidikan karakter bangsa, yaitu: Pancasila, Musyawarah, Agama di Indonesia, Disiplin, Gotong-royong, Pahlawan, Kejujuran, Kepedulian, Bhineka Tunggal Ika, Kebersihan, Kuliner Khas, Rumah dan Tarian Adat, Pakaian Adat, Pantun, Panggilan Beribadah, Hari Besar Keagamaan. Beberapa materi dilakukan dengan bermain seperti menyusun pantun, teka-teki silang, permainan berkelompok untuk melatih kerja sama atau sikap gotong royong, dan beberapa game lainnya yang masih berhubungan dengan materi yang disampaikan.
Tahapan evaluasi ini dilakukan untuk menilai pencapaian dari program yang dilakukan. Tahapan evaluasi ini saya lakukan dengan memberikan pretest dan posttest. Pretest dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan terkait materi sebelum diajarkan, kemudian posttest dilakukan dengan memberikan soal-soal kuis terkait materi setelah diajarkan. Hasilnya, siswa dapat memahami dan menerima materi yang diajarkan, mereka juga mulai dapat menyimpulkan materi yang diajarkan.
Terminasi atau tahap pemutusan hubungan saya lakukan setelah semua program telah selesai saya laksanakan. Pada tahap terminasi ini, saya memberikan penjelasan lebih dahulu kepada pihak sekolah bahwa seluruh program sudah saya jalankan dan masa program kampus mengajar saya juga telah selesai. Kemudian saya meminta surat pelepasan tugas dari sekolah terkait. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak sekolah UPT SDN 060973 Asam Kumbang karena telah menerima kehadiran saya dan mengizinkan saya melaksanakan kegiatan kampus mengajar di sana. Tidak lupa, saya juga mengucapkan terima kasih kepada siswa kelas IV (empat) yang sudah ikut serta dalam program yang saya berikan.
Menjadi bagian dari program kampus mengajar merupakan pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Kampus mengajar mengajak saya untuk merasakan sensasi belajar di luar lingkungan kampus, dan saya banyak belajar dari mengajar. Meskipun tidak begitu banyak yang dapat saya berikan, tapi kiranya dapat bermanfaat dan membawa pengaruh yang baik dalam perkembangan pendidikan.