Pembelajaran Tatap Muka atau yang sering disebut dengan istilah PTM, kini kian hangat dibincangkan. Terkhusus dalam dunia Pendidikan yang saat ini sudah lama proses belajar mengajar dilaksanakan melalui dalam jaringan (Daring).
Jurnalis UtamaNews.Com melakukan wawancara terhadap seorang Guru yang ada di Tanjungbalai, Eza Budiono. S. Pd terkait isu ini.
Ia mengatakan, secara umum Tanjungbalai siap dalam penerapan PTM Terbatas dan ini juga memenuhi keinginan rerata ortu siswa yang sudah sejak setahun lalu memohon agar anak-anak disekolahkan.
"Pemerintah sudah mendorong vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik. Terlebih kebijakan PTM terbatas yaitu 50% siswa masuk juga menjadi ikhtiar yang harus dimaksimalkan", ujarnya, Sabtu (4/9).
"Sampai saat ini vaksinasi bagi siswa saya kurang tahu. Karena saya guru SD, mungkin siswa tingkat atas (SMA) sudah ada yang divaksin," ungkap Eza.
Regulasinya itu 50%, ujarnya, Siswa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama masuk hari Senin, Rabu, Jumat sedang kedua masuk Selasa, Kamis, Sabtu.
Kesulitan hanya karena pembagian itu maka guru harus mengajar materi yang sama dua kali. Target-target capaian kurikulum mungkin menjadi sulit tercapai karena waktu mengajar menjadi setengah saja.
"Belajar daring tidak menyenangkan sama sekali baik untuk siswa maupun guru", tutupnya.