Jumat, 22 Mei 2026
Dengan teknologi pengering Rotary, Dosen Unimed tingkatkan pendapatan petani Cabai
Batubara (utamanews.com)
Oleh: Budi Senin, 07 Des 2020 14:07
Irfandi

Dosen Jurusan Fisika Universitas Negeri Medan (Unimed), giat-giatnya melakukan pendampingan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Karena selain 'Mengajar dan Meneliti', dosen juga mempunyai kewajiban mutlak agar dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat baik dalam bidang sosial maupun teknologi.

Hal tersebut yang mendasari Ketua Jurusan Fisika Universitas Negeri Medan Dr. Wawan Bunawan, M.Pd., M.Si pada Sabtu (05/12/2020), membagi sedikit pengetahuan yang dimilikinya di bidang fisika kepada petani cabai yang ada di Kabupaten Batubara.

"Pengabdian yang kami lakukan merupakan panggilan jiwa, melihat permasalahan yang dialami oleh petani cabai yang ada di Batu Bara. Dimana masyarakat resah bila panen raya harga cabai merah cukup rendah, biasanya dihargai Rp.10.000, padahal untuk modal saja belum memadai, belum ditambah biaya operasional, bibit dan pupuk tidak ter-cover dengan harga tersebut", ungkapnya.

Wawan yang didampingi oleh Sekertaris Jurusan Fisika Sabani, M.Si dan Ketua Prodi Kimia Dr. Destria Roza, M.Si, menyatakan, beranjak dari permasalahan tersebut kampus terpanggil untuk memberikan solusi membuat olahan cabai agar petani cabai tidak mengalami kerugian.
Metode yang dilakukan adalah membuat cabai olahan dengan cara dikeringkan menggunakan teknologi pengering Rotary.

"Dengan dibuat olahan cabai kering, petani tidak mengalami kerugian bahkan diuntungkan. Biasanya bila dikeringkan dengan teknologi oven rotary harganya bisa mencapai Rp50 - 80 ribu/kg dengan penyusutan 40-60% dan operasional proses pengeringan sekitar 10%. Sehingga dengan teknologi ini, petani tetap bisa meraup keuntungan sampai 50% dari modal, dan cabai bisa disimpan sampai 1 tahun, dan dapat dibuat untuk berbagai olahan", tandas Doktor bidang pendidikan sains tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Lubuk Cuik Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Juliadi mengungkapkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan oleh Dosen Unimed ini sungguh sangat dibutuhkan oleh masyarakat di desa Lubuk Cuik karena sebagian besar masyarakat adalah petani cabai, yang banyak menggantungkan pendapatannya dari harga cabai. 
"Bila harga cabai tidak bersahabat dengan petani maka ini akan mempengaruhi tingkat perekonomian masyarakat. Dengan adanya pelatihan dan hibah teknologi tepat guna yang diberikan oleh dosen-dosen Unimed ini diharapkan mampu menjadi solusi dari permasalahan yang menghantui para petani cabai di Desa ini. Kami sangat mengapresiasi dengan kepedulian kampus untuk hadir di tengah masyarakat dengan karya nyata sehingga masyarakat dapat lebih memahami proses penggunaan teknologi, sehingga cabai tidak hanya dijual mentah akan tetapi diolah kembali, sehingga membuat harganya lebih tinggi dan tahan lama", tutur Kades Juliadi.
produk kecantikan untuk pria wanita

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Desa Lubuk Cuik ini dihadiri oleh puluhan petani cabai, dan perangkat desa dan tokoh masyarakat. Pada kesempatan tersebut, selain pelatihan oleh dosen Unimed, juga diberikan alat teknologi tepat guna oven Rotary, kompor gas dan mesin penggiling cabe yang dihibahkan kepada kelompok petani cabai di Kabupaten Batubara.

Editor: Ade
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later