Sabtu, 25 Jan 2025

Secarik Alkisah Masa Kecil Masinton di Pasaribu Tobing

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Senin, 07 Okt 2024 19:17
Dalam kondisi cuaca hujan, calon Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu SH., didampingi calon Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Kapten (Purn) H. Mahmud Efendi Lubis, menyampaikan kisah masa kecilnya dihadapan masyarakat Kecamatan Pasaribu Tobing.
 Istimewa

Dalam kondisi cuaca hujan, calon Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu SH., didampingi calon Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Kapten (Purn) H. Mahmud Efendi Lubis, menyampaikan kisah masa kecilnya dihadapan masyarakat Kecamatan Pasaribu Tobing.

Masinton Pasaribu, politikus PDI-Perjuangan yang saat ini maju sebagai calon Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) mengungkap sekelumit cerita tentang masa kecilnya di Kecamatan Pasaribu Tobing.

Dia bercerita di hadapan warga yang memadati Lapangan Bola Batu Ronggang, di acara ‘Borhat-borhat’ atau memberangkatkan Paslon Masinton Pasaribu-Mahmud Effendi Lubis (MAMA), pada Jumat lalu (5/10/2024).

Acara diawali upa-upa oleh raja-raja adat di kediaman orang tua Masinton Pasaribu, di Dusun Sirau, Desa Simargarap, Kecamatan Pasaribu Tobing, kemudian lanjut ke Lapangan Bola Batu Ronggang.

“Saya tahu betul seluk beluk kampung ini. Jadi kalau ada yang bilang, Masinton Pasaribu itu cuma lahir di Pasaribu Tobing. Bukan cuma lahir, tiap tahun saya pulang ke sini,” kata Masinton Pasaribu.

Masinton Pasaribu mengaku tetap ingat pesan orang tuanya untuk sering-sering mengunjungi opung (Kakek/Nenek), dan bona pasogit (Kampung Halaman) di Sirau, Sugasuga, dan Logan.
Masinton Pasaribu kemudian berkisah, semasa kecil dulu ia kerap diajak tulang-nya (Pamannya) jalan-jalan sampai ke Hajoran dari Aek Sibundong menggunakan boat bapak tua (uwak)-nya.

"Jadi, kalau perjalanan dari Muara Pitu ke Parlabian itu harus melewati jembatan rambing, di atasnya ada Ronggang, kemudian terus lah itu sampai ke Logan," ungkapnya.

Masinton Pasaribu juga mengungkap kejadian lucu saat bermain dengan teman kecilnya, ketika batu yang jatuh ke sungai disangka buah durian.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Saat itu kami mencari buah durian di tepian Aek Sibundong, tanpa sadar kami kena kerjain. Kami pikir buah durian jatuh ke sungai, ternyata batu yang sengaja dilempar oleh pemilik kebun,” cetus Masinton Pasaribu.

Masinton Pasaribu juga masih ingat, ketika ia selalu menemani opungnya pergi ke Hutari, kemudian ke Irian Barat dan Aek Nadua membeli kacang tanah. 

Kemudian berbelanja kopi dan kapas ke Napa, di pinggir Aek Sibundong.

iklan peninggi badan
“Jadi masih sangat ingat semua, bagaimana kondisi dusun Sirau, Sugasuga, Hutagodang, Sigarap, Parlabian hingga ke Logan,” ujarnya.

Masinton Pasaribu kemudian mengatakan kalau dia juga masih ingat kapan pasar onan di Kecamatan Pasaribu Tobing. 

“Hari Senin itu pasar onan-nya di Simargarap, Rabu di Pagaran dan Sabtu di Sipeapea,” terangnya.

Masinton Pasaribu kemudian berjanji akan membawa perubahan Tapteng baru yang adil untuk semua. Tapteng naik kelas bersama MAMA.

“Saya berjanji di depan tulang saya, di depan hula-hula saya, di depan inang uda saya, amang tua saya dan di depan keluarga saya. Enggak mungkin saya bohong,” tuturnya.

Jika rakyat memberi mandat kepada pasangan MAMA menjadi pemimpin di Tapteng selama lima tahun ke depan, tidak boleh lagi ada yang diintimidasi dan ditakut-takuti. 

“Tidak boleh lagi ada warga yang dibiarkan sakit tanpa terobati karena fasilitas rumah sakitnya dikorup,” sebutnya.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2025 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️