Jelang Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta petugas Pendaftaran dan Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang ada di Kota Binjai, melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) ke sejumlah tokoh yang ada di Kota Binjai, diantaranya Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah MAP, yang dilakukan di rumah pribadinya yang beralamat di Jalan Gunung Agung, Gang Amal Bakti, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kamis (16/2).
Dari data Coklit, ada Lima nama yang terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2024 mendatang, diantaranya Amir Hamzah beserta Istri dan tiga orang anaknya.
Saat disambangi di rumah pribadinya, Walikota Binjai berharap agar petugas benar benar mendata warga Kota Binjai, sehingga bisa menggunakan hak suaranya pada gelaran Pesta Demokrasi mendatang.
"Terima kasih atas kunjungan para petugas melakukan coklit dan mendata saya beserta keluarga agar bisa terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024," ucap Amir.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menghimbau agar seluruh warga Kota Binjai bisa meluangkan waktunya untuk menerima kunjungan petugas Pantarlih dan memberikan data yang benar kepada petugas.
"Diharapkan kepada warga agar bisa meluangkan waktunya menerima kunjungan petugas Pantarlih dan memberikan data yang benar agar bisa terdaftar dalam DPT Pemilu 2024," harapnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Binjai Zulfan Effendi, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, sampai saat ini petugas Pantarlih masih terus melakukan pendataan warga untuk di Coklit.
Pun begitu, Zulfan menyebutkan beberapa kesulitan yang juga dialami oleh petugas Pantarlih, seperti tidak ditemuinya pemilik rumah saat petugas datang karena masih bekerja atau keperluan lainnya.
"Saat ini petugas masih melakukan coklit, namun kesulitan yang ditemui petugas karena banyaknya warga yang tidak berada di rumah karena bekerja," ucap Ketua KPU Kota Binjai.
Zulfan juga menjelaskan bahwa sistem pe-inputan data berbasis elektronik dengan sistem e-coklit saat ini belum bisa digunakan sepenuhnya, sehingga pendataan secara manual akan dilaksanakan semaksimal mungkin.
"Sistem e-coklit masih belum bisa dilaksanakan secara maksimal, sehingga sistem manual yang masih diterapkan oleh petugas Pantarlih dapat dilaksanakan semaksimal mungkin," sebut Zulfan.
Selain di kediaman Walikota Binjai, petugas Pantarlih dengan didampingi komisioner KPU dan Bawaslu Kota Binjai, juga mencoklit ke kediaman politikus partai Golkar, Zainuddin Purba, yang beralamat di Jalan Sei Bangkatan, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan. Disini, petugas men-coklit enam pemilih yang berhak menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2024 mendatang.
Untuk itu, Zulfan Effendi berharap dengan adanya kunjungan petugas Pantarlih ke rumah rumah, warga bisa memaksimalkan pendataan sehingga jumlah DPT pada Pemilu 2024 bisa lebih maksimal.
"Pendataan warga dengan sistem coklit akan dilaksanakan hingga tanggal 14 Maret 2023 mendatang," demikian ungkap Zulfan didampingi Komisioner KPU Binjai seperti Robby Effendi, Arifin Saleh dan Risno Fiardi, serta Komisioner Bawaslu Binjai yaitu Syainul Irwan, Arie Nurwanto, Lailatus Sururiyah.