Kader Nasdem ancam Golput, Bobby: Dukungan Erry ke Edy-Ijeck sia-sia
Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam
Sabtu, 13 Jan 2018 12:13
Ketua Partai Nasdem Sumut memeluk Edy Rahmayadi saat menyerahkan dukungan partainya ke pasangan Edy-Ijeck.
Pendaftaran bakal calon pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut di KPU sudah ditutup pada 10 Januari 2018. Pendaftaran melahirkan 3 bakal pasangan calon yang akan mengikuti proses seleksi hingga nantinya akan ditetapkan sebagai calon untuk bertarung memperebutkan kursi Sumut satu.
Sayangnya pada perhelatan demokrasi kali ini tanpa diikuti calon petahana yang gagal mendapat dukungan partai.
Bobby Dalimunthe, Ketua PKC PMII Sumut menyatakan petahana, Tengku Erry, yang merupakan ketua DPW gagal untuk meyakinkan partainya mendukung pencalonannya. Sehingga Tengku Erry harus rela mendukung hasil rekomendasi DPP Nasdem ke arah kandidat lain.
"Edy Rahmayadi merupakan kandidat yang mendapatkan rekomendasi partai yang dipimpin gubernur petahana. Ini hal yang menguntungkan," tutur Bobby Dalimunthe, Sabtu (13/1/2018).
Dukungan petahana yang dialihkan ke pasangan Edy Rahmayadi-Ijeck merupakan kekuatan yang tidak bisa disamakan dengan jumlah kursi yang mendukung pencalonan ERAMAS tersebut.
"Dukungan petahana jauh lebih berefek ketimbang rekomendasi Parpol secara hitungan suara. Peluang Edy jadi lebih baik", kata Ketua PMII Sumut.
Sayangnya, katanya, bertolak belakang dengan konsolidasi yang dibangun oleh relawan-relawan Pak Tengku Erry. Relawan-relawan Paten ternyata tidak mampu membaca gerakan rangkulan petahana yang memberi rekomendasi langsung kepada pasangan Edy-Ijeck, sehingga masih menunggu arahan Paten.
"Pelukan Paten selaku ketua DPW Nasdem saat memberi rekomendasi kepada Edy, seharusnya diikuti juga dengan dukungan kader partai. Tidak ada lagi ancaman Golput oleh kader partai Nasdem yang membuat posisi partai Nasdem mendukung Edy-Ijeck jadi sia-sia", pungkas Bobby Dalimunthe.
Kemarin, politisi partai Nasdem yang juga pimpinan relawan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi memberikan keterangan pers dan mengklaim dua juta anggotanya akan Golput atau tidak akan datang ke TPS untuk mencoblos karena jagoannya kalah berkompetisi merebut usungan Parpol.