Setelah beberapa waktu yang lalu Kabupaten Jember dilanda penyakit Hepatitis A, kini sudah mulai merebak penyakit demam berdarah di kalangan masyarakat desa. Penyakit demam berdarah yang dikenal dengan demam berdarag dengue (DBD) ini disebabkan oleh gigitan nyambuk jenis aedes aigypti.
Di antaranya di Desa Garahan Kec Silo Kabupaten Jember, dimana terdapat beberapa warga yang terserang DBD, sehingga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dengan cepat berkoordinasi dengan Koramil 0824/07 Silo untuk mengajak Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam melaksanakan fogging (Pengasapan) untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk demam berdarah (aedes Aigypti).
Babinsa Garahan Sertu Sarman langsung memberikan pendampingan pada Sabtu (08/02/2020) untuk melaksanakan fogging di Desa binaannya. Sambil lalu, Sertu Sarman memberikan himbauan kepada masyarakat untuk membiasakan hidup bersih, melakukan 3 M yaitu menutup tempat-tempat air, menguras yaitu sering mengganti air penampungan dan mengubur kaleng-kaleng bekas atau benda-benda tidak terpakai yang berpotensi menjadi sarang dan tempat berkembangnya nyamuk aedes aigypti tersebut.
Bersama 4 orang petugas Puskesmas Silo yang dipimpin oleh Sunarto, Sertu sarman melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat sekaligus memberitahukan bahwa akan dilakukan foging dari rumah ke rumah, untuk itu makanan dan pakaian hendaknya diamankan atau ditutup rapat.
"Foging tersebut dilakukan dengan sasaran tempat-tempat mengandung air, kolong-kolong dan lain-lain untuk mengusir dan membinasakan nyamuk aedes aigypti," kata Sarman kepada warga masyarakat yang didatanginya.
Komandan Koramil 0824/07 Silo Kapten Arm M Ismuni membenarkan adanya kegiatan tersebut sesuai hasil koordinasinya dengan Kepala Puskesmas Silo untuk melaksanakan fogging dengan didampingi oleh Babinsa.