Pada awal abad ke-20, produk kecantikan dengan bahan radioaktif rupanya sangat populer. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan tentang bahaya radiasi. Adanya produk kecantikan berbahan radiasi ini juga semakin populer usai seorang dokter bekerja sama dengan peneliti radioaktif terkenal untuk meluncurkan sebuah porduk kecantikan di Prancis yang mengandung thorium klorida dan radium bromida.
Dalam iklan pemasaran produk tersebut mengklaim bahwa formula radioaktif dapat merangsang “vitalitas seluler”, mengencangkan kulit, menyembuhkan bisul dan jerawat, meratakan kemerahan dan pigmentasi, menghapus kerutan, menghentikan penuaan, dan membantu mempertahankan “kesegaran dan kecerahan kulit”.
3. Menggunakan obat tetes mata nightshade untuk mendapatkan tampilan mata yang terbelalak
Ritual kecantikan mengerikan selanjutnya adalah mengenakan obat tetes mata yang terbuat dari tanaman nightshade yang mematikan langsung ke mata. Ritual ini dipercaya mampu melebarkan pupil, menciptakan ilusi, sehingga menggoda untuk dilihat. Sayangnya, efek samping dari ritual ini justru sangat membahayakan, seperti penglihatan kabur, vertigo, jantung berdebar-debar hingga kebutaan total.
4. Menggunakan bedak timbal untuk menutupi bekas luka
Penggunaan bedak timal ini akibat dari adanya wabah cacar secara masif yang terjadi pada tahun 1700-an. Bekas cacar yang mengganggu penampilan kulit kemudian menjadi alasan untuk banyak orang berusaha menutupinya, salah satunya adalah dengan menggunakan bedak timbal. Bahkan, produk kecantikan bedak timbal ini digunakan oleh wanita maupun pria.
Penggunaan bedak timbal ini terbilang cukup murah, karena mudah dibuat dan mampu melapisi bekas muka dengan sempurna dan memberikan efek kulit yang halus. Namun, bahan timbal yang beracun tersebut dapat menyebabkan radang mata, pembusukan gigi, dan kebotakan, tetapi juga membuat kulit menghitam seiring waktu.
Sederet ritual kecantikan tersebut sangat mengerikan untuk dilakukan karena memberikan dampak yang berbahaya bagi kesehatan, tetapi jika hingga sekarang masih diterapkan, kira-kira kamu mau coba nggak?