Sabtu, 23 Mei 2026
TPID Palas Rakorda TPID Se-Tabagsel
TABAGSEL (utamanews.com)
Oleh: Utama News Sabtu, 29 Agu 2015 08:46
TPID Palas Rakorda TPID Se-TabagselWabup Palas drg. Ahmad Zarnawi Pasaribu saat menyampaikan sambutannya saat kegiatan Rakorda TPID se-Tabagsel yang dilaksanakan TPID Palas

Mengusung tema, pemetaan prioritas pengembangan perekonomian Palas, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Palas gelar rapat kordinasi daerah (Rakorda) TPID se-Tabagsel, meliputi lima kabupaten, yakni Palas, Paluta, Madina, Tapsel dan Kota Padang Sidempuan, pada Kamis (27/8) bertempat di Gedung Nasional Sibuhuan.

Hadir juga pada kegiatan itu, Manager bank indonesia (BI) perwakilan Sibolga, Perum Bulog Padang Sidempuan, SKPD terkait, anggota TPID Palas, BPS, perbankan se-Palas perwakilan perusahaan, poktan, koperasi, KTNA dan distributor pupuk di Palas.

Wabup Palas drg. Ahmad Zarnawi Pasaribu dalam sambutannya mengatakan, perlunya meninjau kembali peta prioritas perekonomian Palas pada tahun sebelumnya disesuaikan dengan kondisi perekonomian terkini, kemudian merancang peta prioritas perekonomian Palas ke depan. "Perlu dibuat roadmap dalam bidan gekonomi agar dapat mengendalikan inflasi di daerah Palas," ujar Wabup.
Mewakili Ketua TPID Palas, Asisten 2, Drs. Abdur Rahman Hasibuan dalam laporannya menyampaikan, kondisi terkini perekonomian Palas, umumnya masyarakat masih dapat memenuhi kebutuhan pangan, sekalipun umumnya berbagai komoditas utama pangan masih dipasok dari daerah lain, seperti bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, daging sapi dan beras.

"Soal harga TBS sawit di pabrik saat ini berkisar Rp. 700- Rp. 800 perkilogram, sedangkan di tingkat toke atau agen berkisar Rp. 500 - Rp. 610 perkilonya, berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok," ucapnya.

Sedangkan, issu strategis perkonomian di Palas, memiliki potensi yang besar dengan tersedianya SDA yang besar, perlu melakukan optimalisasi pengembangan perekonomian. "Solusinya, menghidupkan konektifitas kerjasama yang baik antara daerah dan antar stake holder. Membangun capasity building SDM agar terciptanya aparatur administrasi yang profesional," terangnya.

Sementara Manager Bank Indonesia Perwakilan Sibolga Aghni Alam Awiriya menyatakan, kita perlu mendorong kerjasama antara daerah untuk memetakan wilayah produksi yang lebih luas dan ingin melihat pemetaan masa tanam pertanian.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Membangun kemandirian ekonomi,menciptakan pasar ekspor, menggunakan resi gudang, kordinasi TPID antara daerah terus dijalankan, karena TPID menjadi pintu masuk informasi stabilitas harga, serta melakukan peralihan dari produksi bahan mentah menjadi bahan jadi," ucap Aghni.

"Saran-saran yang disampaikan pemda, masyarakat dan stake holder dalam pertemuan ini, akan jadi bahan masukan bagi BI untuk tentukan kebijakan dan akan disampaikan ke pemerintah pusat," tambahnya.

Sedangkan, Kepala Perum Bulog Padang Sidempuan yang akrab disapa H. Risim mengatakan, pemantauan Bulog bahwa harga di pasar masih rendah. Bulog berfungsi sebagai stabilitas harga. "Bulog membeli produk masyarakat dengan harga standard. Bulog tidak punya kebijakan mencegah tengkulak," ucapnya.

iklan peninggi badan
Mewakili kordinator kegiatan, juga Kabag Perekonomian, H. Amir Saleh, Fasilitator Muhammad Idris Man Medrofa, MAP menyebutkan, tiga poin penting disimpulkan dari kegiatan ini, yakni, pertama, perlunya melaksanakan optimalisasi pemanfaatn lahan pertanian tanaman pangan dan holtikultura,

"Kedua, optimalisasi pengembangan pemberdayaan UKM, IKM, Koperasi dan KUB. Ketiga, optimalisasi konektifitas dan kerjasama antar stakeholder, pemda, perusahan, lembaga perbankan, pelaku usaha dan masyarakat," pungkasnya. (MS)
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later