Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) naik lagi hingga menembus ke angka Rp 2.700 per Kilogram.
Naiknya harga TBS kelapa sawit di tingkat petani itu kata Sonata (34) salah seorang warga Desa Makarti Nauli, Kecamatan Kolang, Tapteng, sangat disyukuri oleh para petani sawit di daerah itu.
"Sudah Rp 2.700 per Kilogram sekarang ini, kita sangat bersyukurlah. Mudah-mudahan bisa bertahan (harga, red), kalo bisa naik lagilah nantinya, karena kan kebutuhan sawit saat ini informasinya sangat meningkat," ujar Sonata, Jumat (18/3/2022).
Ia menyebutkan, kenaikan harga TBS kelapa sawit itu baru mengalami kenaikan harga pada pekan ini.
"Minggu lalu harganya masi Rp 2.600 per Kilogram, baru minggu ini naik jadi Rp 2.700/Kg,"jelasnya.
Dia menjelaskan, harga TBS kelapa sawit yang mengalami kenaikan harga hingga Rp 2.700 per Kilogram itu merupakan harga tertinggi yang pernah ditembus di tingkat petani saat ini.
"Kalo menurut saya ini harga paling tinggi yang pernah terjadi, Rp 2.700 per Kilogram di daerah kami ini sejak belasan tahun lalulah kalo enggak salah," tuturnya.
Hal itu juga diamini Salman warga Desa Makarti Nauli, Kecamatan Kolang, yang merupakan seorang anggota (pekerja,red) oleh salah seorang toke (pengepul, red) di daerah itu.
"Baru naik ini Rp 2.700 per Kilogram, minggu lalu kita masi ngambil (membeli dari petani, red) Rp 2.600 per Kilogram," katanya.
Disinggung terkait prediksi harga sawit pada pekan depan, Salman mengaku tidak dapat memprediksi.
"Nggak taulah bang, soal hargakan kadang satu hari aja bisa beda, bisa saja naik atau turun, cuma kalo ada perubahan harga pasti toke langsung dapat konfirmasi sehingga kita langsung dapat menyesuaikan harga ke petani," ucapnya.