Walau di beberapa tempat ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg sulit dicari, namun di Kota Binjai secara umum elpiji yang kerap disebut gas melon tersebut masih dalam keadaan aman.
Hal tersebut dibenarkan Pemerintah Kota Binjai, melalui Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian, Andi Affandi S. Sos, saat dikonfirmasi awak media diruangannya, Selasa (8/8).
"InsyaAllah masih aman dan masih bisa dicari oleh masyarakat," ungkap Andi Affandi.
Andi juga menyebutkan, di Kota Binjai ada 6 agen penyalur yang siap mendistribusikan ke 213 pangkalan gas elpiji 3 Kg yang tersebar di Kota Binjai.
"Untuk agen, sampai saat ini ada 6 perusahaan penyalur yang mendistribusikan ke ratusan pangkalan di Binjai," tutur Andi.
Sebagai Kabag Perekonomian Kota Binjai, pria yang selalu akrab dengan awak media ini juga menghimbau kepada masyarakat, agar menggunakan gas elpiji sesuai peruntukannya.
"Kita ketahui bersama, untuk gas berukuran 3 kilogram di peruntukkan kepada masyarakat yang kurang mampu. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat yang mempunyai usaha seperti restoran atau rumah makan, gunakanlah elpiji sesuai peruntukannya, seperti Bright gas 5,5 kilogram," ujar Andi dalam himbauannya.
Berikut data 6 agen penyalur gas elpiji 3 Kilogram, beserta jumlah pangkalannya yang tersebar di Kota Binjai :
1. PT Bahma Putra Mandiri (82 pangkalan)
2. PT Mega Abadi Gasindo (30 pangkalan)
3. PT Samyu Bumi Persada (72 pangkalan)
4. PT Elite Gasindo Pratama (30 pangkalan)
5. PT Tanah Tinggi Binjai (14 pangkalan)
6. PT Arkaya Anugerah Gas (15 pangkalan).