Sekitar 350 orang dari Forum Umat Islam kembali melakukan aksi unjuk rasa yang menjurus anarkis di hotel Emerald Garden, jalan Yos Sudarso.
Massa mulai berdatangan di mesjid Raudhatul Islam setelah selesai sholat Jumat, sekitar pukul 14.00 wib. Tidak lama kemudian dengan berjalan kaki menuju hotel Emerald melalui perumahan Permata Hijau dan merusak pintu pagar komplek perumahan tersebut.
Ustadz Indra Suheri, yang menjadi koordinator aksi massa tersebut menyampaikan tuntutan kepada perwira kepolisian yang menemuinya, yakni Polisi harus menghadirkan pihak Pemprov Sumut, pihak Jatimasindo/pihak hotel dan pihak DPRD Sumut untuk hadir menyelesaikan masalah perobohan Mesjid dengan batas waktu yang diberikan selama 30 menit, dan apabila polisi tidak dapat memenuhinya, maka pihak pengunjuk rasa akan menerobos blokade polisi dan masuk ke dalam hotel.
Tidak jelas apakah memang polisi tidak mampu memenuhi permintaan tersebut atau menolak dirinya "disetir" oleh massa, ketiga pihak yang dituntut hadir dalam waktu 30 menit, tidak ada yang datang.
Sadar akan kondisi tersebut, Prabu Alam dari Forum Rakyat Bersatu, memulai orasinya dengan tuntutan agar PT. Jatimasindo membangun kembali masjid Raudhatul Islam di tempat semula. Sementara itu, Roni Samsuri Lubis, Ketua Forum Komunikasi Aktifis Masjid, mulai mengajak massa untuk menerobos blokade polisi untuk masuk ke dalam hotel. Aksi saling dorong mendorong dengan petugas kepolisian tidak dapat dihindari. Massa sempat masuk ke pelataran parkir dan melakukan pemukulan ke petugas kepolisian. Selanjutnya, mobil water canon maju memukul mundur massa dan terjadi pelemparan batu oleh massa pengunjuk rasa.
Sekitar Pukul 16.30 wib, massa mundur dan melaksanakan Sholat Ashar kemudian kembali ke mesjid Raudhatul Islam
Aksi unjuk rasa mengakibatkan 9 korban luka dari pihak kepolisian dan 1 orang luka pendarahan di kepala dari Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara. (samson)