Kamis, 21 Mei 2026
Kelompok Cipayung Desak Pemkab Simalungun Tuntaskan Masalah Pembangunan Listrik
MEDAN (utamanews.com)
Senin, 30 Jan 2017 20:36
<i><font color="#000099">Ketua BPC GMNI Siantar Simalungun Faith Manalu dan Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar saat mengikuti RDP di Komisi A DPRDSU, Senin (30/1/2017)</font></i>
Dok

Ketua BPC GMNI Siantar Simalungun Faith Manalu dan Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar saat mengikuti RDP di Komisi A DPRDSU, Senin (30/1/2017)

Kelompok Cipayung dari Siantar Simalungun mendesak Pemerintah Kabupaten Simalungun bersikap tegas menyelesaikan persoalan pembangunan tower SUTT di jalan Asahan sekitar komplek Cadika. Hal ini disampaikan oleh Faith Manalu, Ketua BPC Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Siantar Simalungun, didampingi oleh Rowis Sitohang Ketua PMKRI, saat menjadi perwakilan Cipayung dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi A DPRD Sumut, Senin sore (30/1/2017).

“Kami mohon kepada Pemkab untuk lebih serius mengurus masalah ini. Karena yang saya lihat dari hasil RDP kemarin, kami juga bingung Satpol PP tidak diturunkan,” tutur Faith di hadapan anggota dewan dari Komisi A, pihak PLN, Wakapolres Simalungun, Pemkab Simalungun dan yang mewakili Pemprov Sumut. 


Menambahi tuntutan elemen mahasiswa, Brilian Moktar menggaris bawahi bahwa dirinya berpengalaman masalah mengurus ijin di kabupaten Simalungun.
“Saya berpengalaman di Simalungun, pak. Teman saya membangun, dipersulit. Sampai saya jumpa Bupati baru selesai. Dan minta uangnya, wah. Ngeri-ngeri kali, pak. Em, em-an. Masing-masing pejabat ini tolong introspeksi diri,” kata Brilian.

“PLN juga jangan arogan. Kalau tidak ada koordinasi yang baik, kapan ini bisa selesai,” tambahnya.

Brilian kemudian menyampaikan bahwa dirinya sepakat untuk bertemu dengan Bupati Simalungun. Supaya rakyat tidak jadi korban.

“Kita membutuhkan (listrik) sangat segera. Baru dicabut ijin pelabuhan internasional (Kuala Tanjung) kita. Kenapa? Karena ketidak mampuan kita semua. Sei Mangkei itu gagal karena kepala daerahnya, pak. Negara sangat serius mengembangkan Sei Mangkei, tapi Bupati Simalungun dan stafnya tidak serius mengurus itu. Sampai hari ini listrik tidak ada, jalan gak ada, pembebasan jalan tol terlambat, semua terlambat,” sesalnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Jadi saya minta tolong, pemerintah kabupaten Simalungun dan PLN, duduklah bersama, supaya rakyat jangan jadi korban. Saya rasa kalau diskusi baik-baik ini bisa secepatnya selesai,” pungkasnya. (SN)
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later