Minggu, 03 Mei 2026

Dubes: Kemajuan Ekonomi RRT Bukan Ancaman Indonesia

JAKARTA (utamanews)
Selasa, 07 Mei 2013 17:38
Duta Besar RI untuk RRT, Imron Cotan menyatakan bahwa kemajuan ekonomi RRT yang pesat bukanlah menjadi ancaman bagi Indonesia, melainkan memberikan peluang peningkatan kerjasama ekonomi yang bermanfaat bagi Indonesia. Hal ini juga senada dengan komitmen pemerintah baru RRT yang bertekad untuk menciptakan kawasan Asia yang stabil dan sejahtera.

“Pemerintah RRT akan tetap mengedepankan konsep ‘peaceful development, dimana RRT akan tumbuh dan berkembang bersama negara lain, terutama di kawasan sekitar,” kata Imron Cotan  ketika berbicara di depan 100 peserta PPIT Economic Review ‘China Economic Rise on Global Economic Power’ di Jakarta, Senin (6/5).

Menurut Dubes RI untuk RRT itu, tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan ekonomi RRT telah menjadi fenomena dunia. Sejak dimulainya reformasi dan keterbukaan opening up, RRT telah tumbuh menjadi negara perekonomian terbesar kedua di dunia. ‘Dengan ditunjang oleh pembangunan infrastruktur yang sangat memadai ini, maka pergerakan orang, barang dan jasa di RRT sangatlah berjalan secara efisien dan cost effective.

Dalam kaitan inilah, tidak heran apabila RRT dapat mempenetrasi pasar internasional dan menjadi pabrik dunia. Di samping itu, salah satu keunggulan RRT lainnya juga terletak pada kekuatan tenaga kerjanya, kreativitas, dan komitmen serta kegigihannya untuk maju.
“Kesemua faktor itu telah membuat RRT tumbuh menjadi negara besar seperti saat ini dengan cadangan devisa yang mencapai 3,5 triliun dollar AS,” ungkap Dubes RI.

Dalam usaha untuk ‘memanfaatkan’ pembangunan ekonomi RRT demi kesejahteraan masyarakat kedua negara, khususnya Indonesia, menurut Dubes Imron Cotan, Perwakilan RI di RRT secara reguler melaksanakan program Trade, Tourism, and Investment (TTI) di Tiongkok maupun melakukan roadshow dengan membawa investor potensial ke daerah-daerah di Indonesia.

Didukung oleh seluruh ‘stakeholders’, kegiatan tersebut telah membuahkan hasil yang positif yang ditandai dengan peningkatan jumlah volume perdagangan, investasi dan pariwisata kedua negara. Sebagai contoh, pada tahun 2010, volume perdagangan RI-RRT hanya mencapai 27 miliar dollar AS, dan pada tahun 2012 lalu mencapai 66,6 miliar dollar AS.

Chinese Dream
produk kecantikan untuk pria wanita

Sementara Dubes RRT untuk Indonesia, Liu Jianchao, menyampaikan tekad Pemerintah RRT untuk merealisasikan Chinese Dream, yaitu menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk penduduk mereka. RRT ingin menggapainya melalui kerjasama dengan Indonesia.
“Bagi RRT, Indonesia merupakan negara sahabat dan mitra dalam perdagangan, investasi, dan pariwisata. Indonesia juga merupakan mitra yang dapat dipercaya,” kata Liu Jianchao.

Ke depan, menurut Dubes RRT itu, Indonesia diharapkan dapat mengambil peluang dari proyeksi peningkatan outbound direct invesment RRT yang mencapai 500 miliar dollar AS, volume impor 10 triliun dollar AS, dan outbound travelers sebanyak 400 juta orang.

Di samping dihadiri oleh Dubes RI dan Dubes RRT, kegiatan ini juga dihadiri oleh Dirjen IDP Kemlu mewakili Menteri Luar Negeri RI, Rektor Kwin Kian Gie Institute Business School, Kepala Program ASEAN Foundation, dan Wakil Presiden Bank ICBC Indonesia. (sskb)
busana muslimah

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️