39 pasangan diamankan Polsek Percut Sei Tuan dari lesehan mesum
MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 07 Jun 2016 00:26
Menjelang bulan suci Ramadhan, seluruh jajaran Polresta Medan lakukan Operasi Pekat Toba secara bersamaan. Salah satunya yakni Polsek Percut Sei Tuan yang melakukan Operasi Pekat Toba di daerah yang rawan akan tidak kriminal serta tindak kejahatan.
Amatan wartawan, Polsek Percut Sei Tuan menyisir lokalisasi di seluruh tempat lesehan yang dianggap sebagai tempat prostitusi pada Sabtu (4/6/2016) Pukul 22.00 wib.
Informasi dihimpun, dari penyisiran dengan kondisi hujan lebat tersebut, Polsek Percut Sei Tuan menciduk 39 pasangan mesum yang mayoritas masih di bawah umur di Pondok Lesehan Keluarga Andika kliwon jalan Pendidikan 1 Dusun 12 Kecamatan Percut Sei Tuan. Polisi juga mengamankan puluhan sepeda motor yang diduga tanpa memiliki surat yang lengkap dan 1 plastik alat kontrasepsi (kondom) yang dikumpulkan dari dalam tempat mesum tersebut ,baik yang sudah dipakai maupun yang masih belum dibuka dari bungkusnya.
"Saya tadi lewat lihat ada banyak polisi, jadi saya berhenti, rupanya ada razia di pondok lesehan pak Kliwon. Bagus juga digrebek, jadi warga sekitar tidak terkena imbas dari perbuatan mesum yang dibuat anak-anak. Kami berterima kasih pada pihak polisi Polsek Percut. Kalau bisa ditutup tempat maksiat itu", ujar Tono warga setempat di lokasi.
Setelah dikumpulkan Mako Polsek Percut Sei Tuan, pasangan mesum tersebut didataan dan dibina. "Kita suruh pasangan mesum tersebut untuk membuat perjanjian di atas materai dan kita lakukan pembinaan serta memanggil seluruh orangtua para pasangan yang kita jaring dari lokasi", ungkap Kanit Reskrim AKP Hendrik Temaluru.
Tampak para pasangan yang terjaring razia harus menunggu orang tuanya untuk dijemput.
KapolsekPercut Sei Tuan Kompol Zendrato mengatakan bahwa razia tersebut dilakukan untuk membersihkan penyakit masyarakat di bulan suci Ramadhan dan menekan angka tindak kriminal terutama anak di bawah umur.
"Kita Bersihkan semua lokasi yang dianggap rawan akan prostitusi dan tindak kejahatan guna memberi rasa aman kepada masyarakat di bulan Suci Ramadhan hingga seterusnya," pungkasnya.