Namun, apa jadinya usai melakukan Vaksinasi malah mengalami sakit. Hal itu yang dialami oleh Johan (60) warga Jalan Mayjend Sutoyo, Lingkungan V Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Binjai Barat.
Diceritakan Johan, pada Vaksinasi pertama pada 7 April 2021 lalu yang dilaksanakan di Asrama Haji Medan, ia mengaku tidak ada masalah. Namun, usai melakukan Vaksinasi yang kedua pada tanggal 5 Mei 2021 lalu, barulah ia merasakan adanya efek dari penyuntikan itu.
"Setelah saya melakukan Vaksinasi kedua, badan saya panas dingin selama 7 hari. Selanjutnya saya konsultasi ke seorang Dokter, dan diberi obat berupa Parasetamol dan Vitamin B Complit," urai Johan, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (22/5).
Tidak hanya dirinya, menurut Johan yang merupakan seorang Purnawirawan tersebut juga menceritakan, seorang temannya juga mengalami hal yang sama, malah dinilainya semakin parah.
"Beda orang beda juga keluhannya. Teman saya yang bernama Edy Syahputra, warga lingkungan VI Kelurahan Sukamaju, juga mengalami panas dingin. Malah ia mengaku sendi sendi tulangnya terasa mau copot," beber Johan.
Dalam melaksanakan Vaksinasi tersebut, ia juga mengaku sudah melakukan beberapa tahapan sebelum dan sesudah Vaksinasi, seperti melakukan pendaftaran, melaksanakan Skrinning (Pengecekan untuk mengetahui tekanan darah, cek suhu tubuh serta mempertanyakan riwayat penyakit.
"Setelah tidak ada masalah, baru dilakukan Vaksinasi dan melaksanakan observasi selama lebih kurang 30 menit, untuk melihat efek usai disuntik," ungkap Johan.
Pun begitu, saat disinggung Vaksin jenis atau produk apa yang disuntikkan kepadanya, Johar mengaku tidak mengetahuinya.
"Saya tidak tau jenis Vaksinnya," ujar Purnawirawan ini, seraya menegaskan bahwa ia punya prinsip yang penting sehat dan saat ini ia mengaku sudah kembali sehat.
Sebagai bukti bahwa dirinya telah melakukan Vaksinasi, Johan juga menunjukkan "Sertifikat Vaksinasi Covid-19" mulai dari tahap pertama dan kedua.