Ratusan warga yang tinggal di Sari Rejo, mendadak membakar sampah ditengah jalan dan memblokir jalan Polonia I Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Rabu (3/8/2016) dari pukul 10.00 Wib.Pantauan Utamanews.com dilokasi, Akibat pemblokiran tersebut, jalan seputaran eks bandara polonia menjadi macet total. Nampak petugas kepolisian sibuk turun untuk mengatur lalu lintas.
Alasan warga memblokir jalan karena mendapat kabar bahwa tanah tempat mereka tinggal selama ini, akan dibangun rusunawa oleh seorang pengusaha developer.
Wakil ketua Forum Masyarakat (Formas) Sari Rejo Moses Sitohang mengatakan, warga menolak pembangunan rusunawa di lokasi tempat tinggal mereka.
"Warga sudah merasa nyaman, karena sini udah lengkap semua. Sudah ada air, listrik dan warga semua sudah kompak. Disini udah ada kantor camat, kantor lurah, mesjid ada 6, pesantren 1, Rumah sakit 2, ada 1 kuil terbesar di Asean, panti asuhan, gereja 3. Itulah yang ada di Sari Rejo," ujar Moses kepada Utamanews.com di lokasi.
Moses mengungkapkan, lurah bersama BPN, AURI dan warga pernah bilang mau datang untuk mengukur batas tanah antara warga dan komplek CBD Polonia. Menurutnya, hingga saat ini belum ada datang.
"Mereka bilang mau datang ngukur batas tanah, tapi tak datang. Artinya mereka semua pembohong. BPN juga berjanji akan memberikan sertifikat tanah secara Prona. Itu janji BPN. Tiba-tiba tadi saya dengar AURI mau bangun rusunawa. Ada apa ini?" ujarnya lagi.
"Aksi ini akan berlanjut sampai kami dapat sertifikat. Kami sudah sepakat dengan warga akan berjuang bersama-sama. Tujuan kami hanya sertifikat. Sampai anak cucu kami, kami siap memperjuangkan ini. Kami siap melakukan aksi," pungkas Moses.