Pelayanan Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok Dipertanyakan
Depok (utamanews.com)
Oleh: Sam
Senin, 26 Agu 2019 17:56
Istimewa
Petugas rumah sakit saat dikonfirmasi.
Kisah buruk pelayanan kesehatan kembali mengemuka ke publik. Kali ini seorang karyawati, I, yang dibawa ke IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok oleh saudara kandungnya setelah terjatuh saat turun dari kereta api menerima pelayanan buruk dari badan layanan publik tersebut.
Informasi dihimpun, setelah tiba di IGD pukul 10:30 WIB, pasien tersebut kemudian didaftarkan, namun terlihat tidak ada pelayanan dan penanganan khusus yang diberikan, bahkan pasien dibiarkan menunggu sekitar 1 jam lamanya tanpa ditangani secara medis. Padahal tampak jelas pasien tersebut sangat membutuhkan penanganan yang cepat untuk segera diobati.
"Itu kakak kandung saya ditolak oleh pihak rumah sakit ini, katanya tidak masuk kategori emergency. Padahal luka parah. Pasien hanya meminta dokter untuk rontgen kakinya sebagai kepastian, dan akhirnya pasien harus menunggu 2,5 jam lebih untuk penanganan. Prosedur pelayanan rumah sakit ini harus dipertanyakan", kata Adik kandung korban, Andri.
Saat dikonfirmasi, Senin (26/8/19), Wakil Direksi Mitra keluarga Yuyun Yuchani mengatakan, dalam penanganan pasien tersebut terjadi kesalahpahaman dalam penanganan, dan secepatnya akan kami tidak lanjuti.
"Saya minta maaf, dalam kasus ini ada miss komunikasi, dan segera kami selesaikan masalahnya", ungkapnya saat didatangi oleh pasien, yang emosi melihat pelayanan rumah sakit.
Menurut Dokter Andre Anggoman, selaku pihak yang dipercayai menangai pasien tersebut, mengungkapkan jika pasien dalam keadaan normal dan tidak masuk kategori emergency.
Menurut Andre, ategorinya adalah sesak napas, tidak bisa jalan dan kurang cairan.
"Patah tulang, shock, penurunan kesadaran, namun pasien yang dinyatakan tidak masuk kategori tersebut bisa berjalan", katanya, seperti dikutip dari saksimata.co.
Sedangkan Inge selaku Kabag Humas, saat dimintai keterangan oleh wartawan, mengenai kronologi permasalahan menolak untuk memberikan keterangan dan mencoba menutupi masalah tersebut serta mengusir wartawan dan melarang untuk mengambil gambar.