Pengunduran diri Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar, dari jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) banyak disayangkan oleh pihak.
Tidak hanya di tingkat Pusat, sikap (pengunduran diri) dari jabatannya yang diambil oleh Miftachul Akhyar tersebut juga disayangkan oleh Pengurus MUI di tingkat Provinsi maupun Daerah. Salah satunya adalah MUI Kota Binjai.
Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris MUI Kota Binjai, H. Jafar Sidiq, saat dikonfirmasi awak media terkait mundurnya Rais Aam PBNU ini dari jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.
"Terkait pengunduran Ketua Umum MUI tentunya kami sangat menyayangkannya. Kami berharap sekaligus meminta kepada beliau (Miftachul Akhyar-red) agar tidak mengundurkan diri dari jabatannya dan tetap menjadi Ketua Umum MUI," ungkap H. Jafar Sidiq, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (18/3).
Begitu pun, lanjut Sekretaris MUI Binjai yang akrab disapa dengan panggilan Ustadz Jeffri ini, Kita juga harus memghormati langkah yang telah diambil oleh Miftachul.
Disinggung apakah Miftachul Akhyar masih bisa kembali menjabat sebagai Ketua Umum MUI setelah dirinya menyatakan mengundurkan diri serta telah mengirimkan surat kepada Pengurus MUI Pusat, Pria yang selalu akrab dengan awak media ini mengaku bahwa hal itu bisa saja terjadi.
"Sebab MUI ini kan bukan jabatan Politik. MUI ini menurut saya lembaga moral. Artinya tidak sama dengan lembaga lembaga lainnya. Jadi selama MUI ini masih menjadi lembaga keumatan, saya rasa hal itu tidak menjadi masalah," urai Ustadz Jeffri, sembari meminta doa dari masyarakat untuk kesembuhan Ketua MUI Binjai, HM Jamil, yang saat ini sedang sakit.
Sebagai Sekretaris MUI Kota Binjai, H Jafar Sidiq juga menegaskan, bukan hanya MUI Binjai yang meminta Miftachul Akhyar untuk kembali menjadi Ketua Umum, bahkan Pengurus Pusat pun belum menerima pengunduran diri Rais Aam PBNU tersebut dari jabatannya.
"Menurut informasi terakhir yang kami terima, PengurusDPP MUI juga sempat bermusyawarah dan belum menerima pengunduran diri beliau," demikian ungkap Sekretaris MUI Binjai masa khidmat 2020-2025 ini.
Diketahui, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan Ia pun mengaku telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada pengurus MUI.
Pernyataan pengunduran diri tersebut diberikan saat pihaknya memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat Rabu (9/3) lalu.
Pengunduran diri Miftachul Akhyar dari jabatannya tersebut juga dibenarkan oleh Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh. Ia juga mengaku sudah menerima surat pengunduran diri itu.